Benteng Fort Rotterdam: Benteng Bersejarah di Kota Makassar

0
306
Tulisan nama benteng di atas gerbang masuk.

Jika kalian sedang berlibur atau jalan-jalan di Kota Makassar, jangan lupa untuk mengunjungi Benteng Fort Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang. Benteng ini merupakan salah satu wisata yang ada di Kota Makassar. Lokasinya tidak jauh dari wisata Pantai Losari, yaitu sekitar 5-10 menit jika berjalan kaki dengan santai. Letaknya yang berada di pinggir jalan raya, tepatnya di Jalan Ujung Pandang No. 1, memudahkan akses atau mobilitas para wisatawan.

Kalau kalian mengira benteng ini merupakan salah satu bangunan peninggalan Belanda, kalian salah besar! Benteng tersebut merupakan bangunan yang menjadi peningalan Kerajaaan Gowa-Tallo pada tahun 1545. Pada saat itu Kerajaan Gowa-Tallo menandatangani perjanjian bersama Belanda dan salah satu isi perjanjiannya adalah benteng tersebut menjadi milik Belanda. Pada saat itu Belanda mengganti nama tempat ini menjadi Benteng Fort Rotterdam yang diambil dari nama daerah di Belanda.

Untuk masuk ke dalam benteng ini hanya perlu mengisi buku tamu, sedangkan biaya masuknya tidak dipatok alias sukarela. Jadi terserah berapa saja uang yang secara sukarela dikeluarkan oleh pengunjung. Gerbang Benteng Fort Rotterdam memiliki pintu yang besar dan memiliki bentuk yang sangat unik karena berbeda dengan pintu gerbang pada umumnya.

Bangunan di dalam benteng.

Benteng ini dikelilingi tembok yang berasal dari batu dan memiliki ketinggian 5-7 meter. Dahulu, tempat ini dijadikan markas oleh pasukan Kerajaan Gowa-Tallo sebelum markas ini dijadikan sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, dan aktivitas lainnya seperti tempat penampungan rempah-rempah di Indonesia Bagian Timur. Tempat ini juga menjadi sel tahanan Pangeran Diponegoro. Kala itu Pangeran Diponegoro dikelabui oleh hasil perundingan Belanda di Jawa sehingga beliau ditangkap dan diasingkan oleh Belanda ke benteng ini. Sel tahanan Pangeran Diponegoro tersebut masih dapat kita lihat  tapi hanya boleh dari luarnya saja. Oh ya, ada lagi keistimewaan dari benteng ini. Karena memiliki banyak tempat yang unik, tak heran banyak orang yang berburu foto di tempat-tempat tersebut.

Pada waktu berkeliling di sana, saya melihat banyak wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, yang datang meskipun bukan hari libur. Jika ingin ke benteng ini, diusahakan jangan pergi pada saat siang hari dikarenakan suhu yang panas. Wajar saja sih  karena letaknya juga yang dekat dengan laut. Benteng Rotterdam ditetapkan sebagai bangunan bersejarah pada tanggal 23 Mei 1940 dan kemudian ditetapkan juga sebagai pusat Kebudayaan Kota Makassar. Karena benteng ini dijadikan sebagai pusat kebudayaan, maka benteng dan bangunan-bangunannya masih sangat terawat.

Sel tahanan Pangeran Diponegoro.

Di dalamnya, Benteng Fort Rotterdam memiliki bentuk bangunan seperti zaman dahulu dengan model pintu dan jendela yang sangat unik. Perpaduan warna merah dan kuning pada setiap bangunan menambah pemandangan yang elegan. Selain berbagai bangunan,  tempat ini juga memiliki museum yang mengungkap sejarah Kota Makassar. Museum itu dikenal dengan nama Museum Lagaligo.

Benteng Fort Rotterdam memiliki ukuran yang lumayan besar. Saking besarnya, tempat ini dapat dijadikan sebagai tempat untuk acara acara tertentu. Museum di benteng ini menampung koleksi berupa benda-benda sejarah peninggalan dari Kerajaan Gowa-Tallo. Ada juga barang-barang yang digunakan oleh masyarakat Sulawesi Selatan dari masa lampau sampai saat ini. Jika ingin memasuki museum ini dikenakan biaya tambahan sekitar Rp 8.000 – Rp 10.000 saja.

Benteng Fort Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang dibuka pada pukul 08.00 WITA – 18.00 WITA, sedangkan Museum Lagaligo hanya dibuka pada hari Selasa-Minggu pukul 08.00 WITA sampai 12.30 WITA. Di benteng ini juga terdapat berbagai kios yang menjual cinderamata khas Kota Makassar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.