Belajar Sejarah Gula di Colomadu

0
1347
Di depan landmark Colomadu.

Jarang sekali ada bekas pabrik gula yang disulap menjadi wisata sejarah. Dulu, pabrik gula merupakan penyumbang anggaran belanja yang besar bagi pemerintahan Hindia Belanda. Bagaimana tidak, Indonesia yang dijajah Belanda pada waktu itu meraih predikat pengekspor gula terbesar kedua sedunia. Salah satu bukti cerita itu bisa kalian dapatkan di Pabrik Gula De Tjolomadoe atau lebih enak disebut Colomadu.

Lokasinya berada sekitar 10 kilometer dari pusat kota Solo. Lokasi tepatnya berada di Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah yang berbatasan langsung dengan Solo atau hanya sekitar 10 menit dari Bandara Adi Soemarmo.

Loket karcis sebelum masuk Colomadu.

Pabrik gula ini dulunya tidak terawat dan konon banyak hantu Belandanya. Tapi itu semua berubah total ketika selesai pemugaran. Pada 2017 silam, beberapa BUMN milik negara saling bersinergi untuk membuka wahana wisata baru di sekitar Jawa Tengah. Akhirnya dipilihlah Colomadu.

Ada apa saja di dalam Colomadu? Sesuai sejarahnya, kita bakal menemukan peninggalan dari pabrik gula mulai dari mesin penggilingan lalu ada foto dan grafik tentang fakta sejarah Colomadu, miniatur proses pembuatan gula dari tebu terbaik dalam negeri, bekas baju karyawan pada saat itu, tebu asli yang diawetkan, karung goni bekas yang masih bagus, dan arsip pencatatan keuangan pada kala itu. Menariknya mesin-mesin itu sangat besar dan terlihat seperti baru. Itu semua berkat kerja keras  semua elemen masyarakat dalam menyukseskan pemugaran Colomadu.

Di dalam Colomadu, stasiun di sini adalah tempat proses pembuatan gula.

Bukan hanya sekedar benda-benda kuno saja, ada pula polesan modern di dalamnya seperti wahana nonton sejarah pabrik gula dengan bentuk layaknya mini bioskop dan ruangan kelap-kelip dengan teknologi canggih di mana ketika gelap maka baju kalian akan bercahaya. Tak sampai di situ, ada pula kafe dan toko oleh-oleh khas Jawa Tengah di dalamnya.

Bangunan megah dengan halaman super luas ini juga biasa digunakan sebagai balai pertemuan. Kadang ada wisuda, konser musik dan pertunjukan, sampai kampanye. Wajar saja itu dilakukan karena luas bangunan yang seperti aula besar di tambah ada unsur sejarah di dalamnya.

Peninggalan di dalam Colomadu.
Miniatur pabrik gula zaman dulu.

Dengan merogoh kocek 25 ribu, kalian bisa puas mengelilingi bekas pabrik gula Colomadu. Lumayan mahal untuk wisata seperti museum. Wahana di dalamnya juga tidak begitu lengkap, jadi kesannya hanya untuk berfoto. Di sisi lain, hal yang sulit didapatkan di sana adalah ilmu yang bisa kita peroleh dengan membaca papan informasi di dalam pabrik gula Colomadu. Jadi 25 ribu sebenarnya impas dengan ilmu yang kita dapatkan. Asalkan jangan hanya foto-foto saja tapi juga membaca semua tulisan informasi di dalamnya.

Toilet dan ruang ibadah di dalam Colomadu sangat terawat dan bersih. Jarang-jarang di dalam museum ada toilet dan ruang ibadah sebesar dan semewah itu.

Glow in dark, wahana spesial di dalam Colomadu.
Mini bioskop di dalamnya.

Terakhir siapkan stamina yang cukup untuk mengelilingi semua spot. Di setiap spot terdapat ruang duduk untuk bersantai. Membawa air minum sangat disarankan agar tidak dehidrasi di dalam ruangan. Setelah puas mengelilingi semua spot di dalam maka selanjutnya silahkan mengeksplor di luar bangunan yang tak kalah kece. Ada tulisan De Tjolomadoe sangat besar. Ada corong asap, halaman seperti di eropa, dan tentu saja bangunan megah pabrik dari luar.

Tidak ada alasan pula untuk membuang sampah sembarangan karena sudah banyak tempat sampah tersedia di sekitar. Tidak ada alasan pula untuk menginjak rerumputan di luar area bangunan karena sudah ada papan peringatan di sana, terakhir tidak ada alasan untuk tidak mengunjungi Colomadu jika kalian sedang berwisata atau bertandang ke Solo karena wisata seperti Colomadu sangat jarang ditemukan di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.