Belajar Sambil Berwisata di Kampung Topeng, Malang

0
768
Berbagai Karakter Topeng dalam Sebuah Tembok.

Beberapa tahun terakhir, Kota Malang sedang menggalakan destinasi wisata kampung tematik yang tersebar di berbagai kelurahan. Diinisiasi dari Kampung Warna-Warni Jodipan, dengan segera berbagai kampung tematik mulai dibangun. Salah satunya adalah Kampung Topeng yang banyak orang belum mengetahuinya.

Jangankan orang luar Malang, saya sendiri saja baru tahu setelah membaca berita di koran. Melihat dua topeng ukuran raksasa yang sangat menawan, rasa penasaran saya segera muncul. Dalam hati saya berpikir bahwa saya harus segera ke sana. Tujuannya tak lain untuk membuktikan kecantikan dari kampung tematik yang baru dibangun.

Ternyata, meski masih berada di wilayah Kota Malang, namun letak kampung ini cukup jauh dari pusat kota. Melihat letaknya diĀ Google Map, ya sekitar 9 km dari pusat kota. Saya memang cukup asing dengan wilayah kampung ini, yakni Desa Menanti yang masuk wilayah Kecamatan Kedungkandang. Jika dilihat di peta, lokasinya berbatasan langsung dengan wilayah Tajinan, Kabupaten Malang.

Menikmati Alam dari Sebuah Gazebo.

Karena sudah benar-benar penasaran, saya pun menuju sekitaran GOR Ken Arok, Buring, dan segera menemukan papan petunjuk lokasi wisata ini di dekat SMP Negeri 10 Malang. Ternyata, saya harus berjalan sekitar 5 km lagi. Wah, saya jadi makin semangat untuk berkendara dengan motor saya menaiki Bukit Buring yang memagari Kota Malang.

Dari arah SMP tersebut, saya memilih sebuah jalan kampung kecil dengan tanjakan yang cukup curam dan dengan pemukiman yang sudah jarang. Sesekali, persawahan dan perladangan menjadi teman perjalanan saya. Wah, meski masih wilayah kota, ternyata suasananya sudah pedesaan sekali. Hampir tidak ada pemakai jalan lain yang melintas. Walau ada sebersit keraguan, namun nyatanya rasa penasaran saya pun mengalahkan itu semua.

Hingga, sekitar 20 menit kemudian, saya menemukan lagi petunjuk jalan menuju wisata ini yang tinggal 500 m lagi. Ah, saya semakin bersemangat. Belum lagi, tanda-tanda keberadaan dua patung topeng raksasa sudah semakin terlihat jelas. Akhirnya, saya tiba di lokasi wisata Kampung Topeng Menanti ini dengan selamat.

Senangnya lagi, saya hanya perlu membayar tiket parkir sebesar Rp 3.000. Saya pun tak sabar dan segera mengabadikan momen dua Patung Panji yang menjadi ikon wisata ini. Oh iya, Kota Malang memang memiliki ikon budaya berupa Topeng Malangan. Keunikan Topeng Malangan ini berasal dari dua karakter panji yang merupakan perwujudan dari tokoh Raden Inu Kertapati dari Kerajaan Kediri dan Dewi Sekartaji. Kedua tokoh ini menjadi ikon patung topeng berukuran raksasa di kampung tersebut.

Selain dua karakter tadi, ada beberapa karakter topeng lain dalam cerita panji yang ada kampung ini. Ada tokoh antagonis, tokoh pembantu, dan tokoh binatang. Tokoh-tokoh lain dalam cerita panji dibuat dengan ukuran lebih kecil dan tersebar di beberapa sudut taman cantik yang ada di kampung ini.

Ada yang dipasang di sebuah tongkat kayu dan ada pula yang ditata rapi mengelilingi sebuah gazebo. Ada juga lukisan yang menggambarkan berbagai karakter topeng tadi dengan sifat tokohnya masing-masing. Jadi, selain asyik digunakan untuk memotret, tempat ini juga bisa digunakan sebagai ajang pembelajaran untuk mengenal budaya lokal Kota Malang.

Berbagai Karakter Topeng dalam Sebuah Tembok.

Kalau saya sih lebih senang duduk di gazebo sambil memandang berbagai karakter topeng yang terpajang. Sembari menikmati semilir segarnya angin yang berembus, rasanya saya tidak sedang ada di Kota Malang yang kini begitu macet. Saya semakin bangga dengan kota saya yang ternyata memiliki tempat seindah ini namun tak banyak orang yang tahu. Tak hanya itu, saya juga bahagia melihat perekonomian warga di sini cukup terangkat berkat adanya kampung ini.

Meski letaknya cukup jauh dari pusat Kota Malang, bukan berarti Kampung Topeng Desa Menanti ini tak bisa dikunjungi lho. Hanya perlu sedikit ketelatenan, keindahan alam dan budaya yang kaya bisa kita nikmati dengan berkunjung ke sini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.