Belajar Aneka Wayang di Museum Wayang Jakarta

0
153
Tokoh punawakan dalam wayang kulit.

Saya baru tahu kalau ada banyak museum di kawasan Kota Tua Jakarta. Saya kira hanya ada Museum Fatahillah saja di sana. Ternyata tidak. Masih ada beberapa museum yang wajib untuk dikunjungi. Salah satunya adalah Museum Wayang.

Museum ini berada di sisi sebelah barat dari lapangan Kota Tua. Lantaran dulunya sebuah gereja, dari luar tak tampak seperti bangunan museum. Sedikit berbicara tentang sejarah museum ini, dulunya gereja yang menempati bangunan tersebut pertama kali dibangun pada tahun 1640. Gerejanya bernama de Oude Holandsche Kerk. Barulah pada tahun 1939 bangunan gereja itu dijadikan museum bernama Oude Bataviasche Museum. Peresmian sebagai Museum Wayang sendiri baru dilakukan pada 1975 oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Ali Sadikin.

Saya masuk ke museum yang buka selain hari Senin dan hari libur nasional tersebut. Dengan tiket masuk seharga Rp 5.000, saya dipersilakan masuk. Museum ini buka dari jam 9 pagi hingga jam 3 sore. Jadi, saat saya datang sekitar jam setengah 10 pagi, rasanya sangat tepat. Suasana museum masih sepi.

Wayang potehi.

Saya memulai penjelajahan dari ruang pertama bernama ruang fasilitas pamer. Di ruangan ini, ada berbagai koleksi karakter wayang dari berbagai daerah di Indonesia dan dunia. Tentu, wayang kulit dari Jawa Tengah adalah koleksi pertama yang saya temui. Berbagai tokoh kisah Mahabarata dan Ramayana juga ikut menghiasi ruang pameran itu.

Wayang-wayang tersebut diletakkan dalam lemari kaca sehingga pengunjung tidak bisa memegangnya. Ini dimaksudkan agar tidak terjadi kerusakan pada koleksi wayang-wayang tersebut. Selain wayang kulit, aneka koleksi wayang golek pun juga ada. Wayang si cepot yang memiliki gigi tongos langsung saya temukan.

Beranjak ke bagian yang lebih dalam, saya menjumpai aneka wayang dari luar Jawa. Jantung saya seakan copot saat melihat dua buah boneka wayang dengan bentuk cukup menyeramkan. Mengenakan baju putih layaknya orang meninggal, ternyata boneka tersebut adalah boneka wayang Sigale-gale. Boneka ini berasal dari tanah Batak Sumatera Utara. Boneka Sigale-gale sering digunakan pada upacara kematian.

Galeri sovernir.

Semakin masuk ke dalam, semakin banyak jenis wayang saya jumpai. Ada wayang purwa, wayang wahyu yang digunakan untuk dakwah agama Nasrani, dan beberapa wayang potehi. Wayang potehi adalah jenis wayang khas Tionghoa. Beberapa wayang yang mengisahkan perjuangan bangsa Indonesia dalam menghadapi penjajah Belanda dan Jepang juga tampak.

Untuk jenis wayang mancanegara, beberapa boneka dari Rusia cukup menarik perhatian. Ada juga wayang Siam yang berasal dari Provinsi Patani, Thailand. Saya baru tahu di sana ada juga pertunjukan wayang yang kisahnya juga seputar Ramayana dan Mahabarata. Wayang ini juga masih dekat hubungannya dengan wayang Kelantan dari Malaysia. Selain dari Thailand, ada juga beberapa boneka dari Kamboja dan Vietnam.

Lantaran di Eropa tidak mengenal wayang, maka banyak boneka lucu yang dipajang. Boneka-boneka ini sering dipertunjukan pada sebuah opera. Salah satunya boneka Prancis yang berbentuk badut. Di Eropa, pertunjukan boneka juga menjadi salah satu kebudayaan yang penting.

Boneka dari Vietnam.

Saya lalu beranjak ke bagian lain yakni ruang pagelaran yang digunakan sebagai tempat pementasan pagelaran setiap Minggu pagi. Di dekat ruang pergelaran, ada ruang tiga dimensi yang digunakan untuk menyuguhkan animasi tiga dimensi dengan layar lebar. Banyak anak sekolah yang memanfaatkan fasilitas ini untuk melihat sejarah dan segala hal tentang wayang.

Ada pula perpusatakaan yang dilengkapi dengan buku-buku tentang wayang. Di bagian akhir, ada galeri souvenir yang menjual oleh-oleh tentang wayang. Di sini dijual wayang mini dan berbagai pernak-pernik seputar wayang semisal gantungan kunci dan baju.

Mengunjungi Museum Wayang Jakarta rasanya sangat puas. Saya bisa belajar banyak tentang wayang tak hanya dari Indonesia saja tapi juga dari seluruh dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.