Batu Lawang, Wisata Tebing Dari Desa Cupang, Cirebon

0
309
Bukit disekitar kawasan Batu Lawang.

Tempat wisata Batu Lawang yang berlokasi di Desa Cupang, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon ini sebenarnya belum begitu banyak dikenal luas oleh wisatawan. Area wisata Batu Lawang ini tergolong baru dan secara resmi dibuka pada awal tahun 2017 melalui kerjasama masyarakat Desa Cupang dan Perum Perhutani. Sebelum resmi menjadi daerah wisata, area Batu Lawang sudah sering digunakan sebagai tempat event panjat tebing oleh komunitas pendaki gunung disekitar kota Cirebon.

Ikon Batu Lawang (dua tebing menjulang yang menyerupai pintu yang sedang terbuka).

Tebing Cupang menjadi salah satu tebing yang paling digemari untuk dipanjat di wilayah Cirebon. Tebing ini memiliki ketinggian 23-30 meter dan lebar sekitar 50 meter dengan jenis batuan andesit dan memiliki empat jalur pemanjatan.

Udara yang sejuk, tenang dan nyaman menjadikan lokasi ini cocok untuk wisata keluarga. Dari area puncak Batu Lawang, kita dapat menikmati pemandangan Kota dan Kabupaten Cirebon yang menawan. Penamaan Batu Lawang itu sendiri terinspirasi dari dua tebing menjulang yang menyerupai pintu yang sedang terbuka. Area yang dikelilingi barisan bukit menyimpan keindahan alam yang menenangkan. Salah satu tempat yang cocok untuk melepas kepenatan pikiran di sela kesibukan yang padat. Meskipun terletak di daerah Cirebon yang terkenal dengan hawanya yang panas, bukit Batu Lawang terasa sangat sejuk. Hal ini disebabkan oleh kawasannya yang dikelilingin oleh pepohonan.

Bebatuan besar yang bisa digunakan untuk spot berfoto.

Area wisata Batu Lawang memiliki luas sekitar dua setengah hektar dan saat ini telah menjadi lokasi tujuan wajib bagi traveler yang menyukai kegiatan camping atau menginap di alam terbuka. Di sekitaran area wisata, wisatawan dapat dengan mudah berfoto dari berbagai sudut pandang. Untuk menikmati pemandangan alam dari atas, pengunjung cukup melewati jalur yang sudah disediakan. Beberapa bagian jalur itu berupa anak tangga yang terbuat dari adukan semen dan bebatuan yang tersusun. Pengunjung dapat dengan mudah mengelilingi bebatuan andesit hingga sampai ke puncak tebing Batu Lawang.

Pada beberapa bagian di atas tebing, pengelola menyiapkan tempat untuk berfoto yang terbuat dari rakitan bambu penyangga. Meski terbuat dari bambu rakitan, namun tempat berfoto itu aman untuk disinggahi. Untuk mengelilingi Batu Lawang pengunjung dapat menapaki tangga yang sudah dibuat sedemikian rupa sehingga keamanannya sudah terjamin. Tangganya dilengkapi dengan pegangan sehingga aman walaupun mengitari bukit lawang yang tinggi.  Namun, jika pengunjung membawa anak-anak, harus tetap dalam pengawasan orang tua karena pegangan tangganya seukuran standar orang dewasa.

Area Berfoto.

Untuk menuju lokasi Batu Lawang, terdapat dua alternatif jalan,  dari arah Ciwaringin kemudian belok ke arah kiri. Jalur ini lebih singkat jika dari Palimanan-Cirebon, namun jalan yang dilalui belum diaspal, masih bebatuan terjal. Jalur kedua dari arah Prapatan belok ke ki kiri arah Rajagaluh lurus sekitar 1 km, kemudian belok ke kiri melewati sebuah jembatan, belok ke kiri melewati area persawahan.  Jalur ini sudah diaspal. Namun, hanya bisa dilewati mobil kecil. Jalur kedua ini adalah jalur yang disarankan google maps saat menyambangi objek wisata tersembunyi ini.

Dari pusat Kota Cirebon, kita membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk sampai ke lokasi karena lokasinya berada di perbatasan Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Majalengka.

Objek Wisata Batu Lawang mempunyai fasilitas yang cukup lengkap seperti tempat parkir, musholla, wc dan warung untuk istirahat. Biaya masuknya hanya Rp7.000 per orang, ditambah biaya parkir Rp5.000 bagi yang membawa kendaraan. Area wisata Batu Lawang buka dari pukul 06.00-18.00 WIB.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.