Bas Kundo, Angkutan Umum Antik yang Masih Eksis di Pulau Kundur

1
324
Bas Kundo Pulau Kundur
Bus kayu pabrikan Jepang nan gesit.

Anda ingin melihat angkutan antik nan sepuh yang masih eksis hingga kini? Berkunjung yuk ke Pulau Kundur, di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri. Walaupun sudah sepuh namun performanya masih terbilang gesit. Masyarakat setempat menyebut ia dengan Bas Kundo. Yaitu Sebutan Bas diambil dari Bahasa Melayu Malaysia yang merupakan serapan dari kata Bus. Sedangkan Kundo berasal dari kata Kundur dalam aksen Bahasa Melayu. Pulau ini memanglah dekat dengan negara Malaysia.

Transportasi ini memang seperti bis pada umumnya. Tetapi bodinya di dominasi oleh bahan kayu. Dan lantai dari bagian dalam bus juga ditutupi oleh susunan papan. Papan yang digunakan berasal dari jenis kayu yang berkualitas sehingga masih awet meski usianya sudah puluhan tahun.

Bagian luar bodi dibalut dengan bahan sejenis seng yang diberi warna sehingga bus tampak menarik. Pada bagian depan wajahnya terkesan pesek. Sekilas mirip oplet Mandra di film Si Doel Anak Sekolahan. Hanya saja ukurannya lebih besar.

Tempat duduk penumpang memanjang pada sisi kiri dan kanan, saling berhadapan. Kapasitas penumpang mampu memuat sampai 30 orang. Jika menaiki Bas Kundo bersama keluarga Anda bisa mendesain suasana bagian dalam layaknya ruang santai keluarga. Cukup dengan membentang tikar atau karpet di dalamnya. Anda juga bisa melengkapinya dengan bantal dan guling.

Jendelanya senantiasa terbuka. Hembusan angin khas wilayah kepulauan yang masih alami terasa menyegarkan. Namun jika hujan turun jendelanya yang berlapis kaca tetap bisa ditutup dengan cara digeser turun-naik seperti pada kereta api.

Pintu penumpang ada di bagian belakang. Posisi ruangan penumpang cukup tinggi yaitu hampir satu meter. Namun pintu masuk tetap didesain ramah penumpang. Tersedia beberapa anak tangga yang memudahkan untuk menaikinya. Khusus anak-anak harus dibantu oleh orang dewasa untuk masuk ke dalamnya.

Bas Kundo ini populer digunakan sebagai transportasi umum pada era 60-an hingga 90-an. Saat penulis masih duduk di bangku sekolah dasar, bus ini menjadi langganan tetap yang akan mengantarkan ke berbagai destinasi wisata yang ada di Pulau Kundur. Baik itu bersama rombongan sekolah maupun keluarga.

Bas Kundo yang masih eksis
Bus antik yang masih menghiasi jalanan di Pulau Kundur.

Memasuki era milenium, keberadaan bas perlahan tergerus oleh transportasi umum model baru berjenis carry yang disebut oplet. Meski begitu, kapasitas Bas Kundo yang mampu memuat banyak penumpang tetap menjadi pilihan bagi wisatawan yang hendak berlibur secara rombongan. Terutama bagi para pelajar di Pulau Kundur.

Menurut salah seorang pemilik bas, Kintan, sejarah keberadaan bas untuk menjawab kebutuhan masyarakat pada masa itu yang masih mengandalkan kaki untuk bepergian ke suatu tempat. Padahal jarak yang ditempuh sangat jauh. Pada era 1960-an aktivitas berjalan kaki memang sudah menjadi kebiasaan. Bahkan ada yang sanggup menempuh perjalanan dari Tanjungbatu ke Tanjungberlian (Urung) yang berjarak 20 km tanpa kendaraan alias berjalan kaki.

Bas Kundo yang masih eksis
Bas Kundo yang masih eksis hingga kini.

Tercetuslah ide dari salah seorang pengusaha Tionghoa untuk menyediakan transportasi yang mampu memudahkan mobilitas bagi masyarakat. Kendaraan sepuh ini bentuk awalnya adalah terbuka seperti truk. Kemudian oleh seorang ahli otomotif dirancang hingga bentuknya seperti yang terlihat sekarang ini.

Kendaraan tua ini sedikit mirip dengan angkutan umum yang ada di Thailand atau Filipina. Hanya saja, di kedua negara itu transportasi sepuh semacam ini justru dijadikan sebagai daya tarik pariwisata. Bahkan ada yang dipoles dengan warna-warna lucu seperti pink. Sehingga menjadi ciri khas tersendiri bagi wisatawan yang melihatnya. Semoga Bas Kundo bisa tetap dipertahankan keberadaannya dan menjadi nilai pariwisata bagi daerah Provinsi Kepri khususnya Pulau Kundur.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.