Bandara Internasional Kertajati Sepi: Salah Membangun Bandara?

0
223
Bandara Internasional Kertajati.

Dari tahun 2018 sampai tahun 2019, daerah sekitar Majalengka menjadi daya tarik banyak orang. Berbagai objek wisata dan potensi di daerah tersebut dilirik oleh banyak orang, penyebabnya adalah karena dibuatnya bandara dengan kapasitas yang besar dan bisa melakukan rute penerbangan internasional. Bandara ini disebut-sebut sebagai salah satu bandara termegah dan terbesar setelah Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Bandara bernama Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati ini mendadak menjadi sorotan dan perhatian baik penduduk Jawa Barat maupun penduduk Indonesia. Di provinsi Jawa Barat sendiri, ada dua bandara internasional. Yang pertama terletak di Bandung, yaitu Bandara Internasional Husein Sastranegara, lalu yang kedua terletak di Kertajati, itu Bandara Internasional Kertajati. Setelah pada tahun 2018 diresmikan, Bandara Kertajati menjadi perhatian.

Tetapi, karena infrastruktur yang belum rampung dan akses yang cukup jauh, maka bandara ini menjadi sepi. Jadwal penerbangan pun bisa dihitung oleh jari setiap minggunya, sehingga bandara ini diragukan dan banyak dikritik. Sebenarnya, salah satu solusi yang paling mungkin dilaksanakan untuk mengatasi kondisi tersebut adalah pariwisata. Potensi pariwisata di sekitar bandara Kertajati sangat sangat banyak, mulai dari daerah Majalengka, Kabupaten Majalengka, sampai Kota Cirebon.

Pada tulisan ini saya akan membahas Bandara Internasional Kertajati dengan detail dan jelas, jadi kita mulai dari mana?

Bandara Sepi?
Bagian Eksterior Bandara Internasional Kertajati.

Yang akhir-akhir ini menjadi perbincangan adalah Bandara Internasional Kertajati yang sepi. Dari berbagai sumber, rata-rata penyebabnya adalah infrastruktur yang belum rampung, keterjangkauan bandara, dan pariwisata sekitar yang belum optimal. Memang, butuh proses dan waktu yang panjang untuk sebuah bandara menjadi ramai serta maksimal dipakai oleh penduduk sekitar.

Pada Selasa, 7 Mei 2019, saya mengunjungi Bandara Internasional Kertajati. Ketika pertama kali melangkah masuk ke dalam bandara, memang terlihat sangat sepi, hanya ada beberapa penumpang maskapai, petugas, dan beberapa warga lokal yang sedang “piknik”. Bandara yang sangat megah dan indah memang layak dikagumi semua warga sekitar. Tiang-tiang raksasa, bangunan yang unik, desain yang megah, dan landasan pacu yang panjang memang menakjubkan, maka tidak heran bandara ini menjadi objek wisata dadakan.

Uniknya, karena bandara ini sepi, banyak warga sekitar daerah Kertajati yang ber-“piknik” ke bandara ini. Piknik di bandara Internasional, lho! Tidak main-main, karena memang saking sepinya bandara ini. Terhitung hanya beberapa penerbangan dari dan ke Bandara Internasional Kertajati setiap minggunya, itupun sudah berkurang selama beberapa bulan terakhir.

Lalu, apakah sebuah kesalahan untuk membangun bandara sebesar dan semegah ini? Jika ternyata terus menerus sepi, apa yang akan terjadi? Dan bagaimana solusinya?

Salah atau Benar
Bagian Interior Bandara Internasional Kertajati.

Pembangunan infrastruktur memang sedang digalakan beberapa tahun terakhir, terlihat dari megahnya Bandara Internasional Kertajati. Bahwa, pembangunan yang dilakukan di bandara ini tidak main main. Bandara yang sekelas Bandara Internasional Soekarno-Hatta dibangun di sebuah pedesaan pada pesisir Jawa Barat. Artinya, pemerataan pembangunan sedang dilakukan, dan berarti daerah sekitar Kertajati bertambah banyak potensinya dari berbagai sisi, termasuk pariwisata.

Solusi untuk meningkatkan aktivitas bandara adalah pariwisata, dengan dibangun dan dikembangkannya objek wisata sekitar bandara, maka aktivitas wisata akan mengalami kenaikan.

Sepengamatan saya, potensi daerah sekitar bandara ini sangat sangat besar! Berbagai jenis wisata bisa dikembangkan, mulai dari agrowisata, wisata bahari, wisata fashion, wisata kuliner, bahkan wisata sejarah. Sekarang, tantangan besar ada dari pegiat wisata di sekitar Kertajati, dan pemerintah daerah. Mulai dari provinsi, kabupaten, sampai desa. Kerjasama yang kuat sangat dibutuhkan untuk mengembangkan pariwisata, yang menurut saya, potensinya sangat kaya!

Pembahasan objek-objek wisata seputar bandara akan saya bahas dalam beberapa tulisan lain. Yuk, kita membangun pariwisata Indonesia, bahu-membahu membangun dalam merawat potensi wisata Ibu Pertiwi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.