Bambarano, Surga Kecil Sulawesi Tengah

0
478
Pemandangan hutan yang mengelilingi pantai Bambarano.

Sulawesi Tengah memang terkenal dengan daerah yang berada di dataran rendah dan juga bisa dikatakan sebagai lembah karena diapit oleh beberapa gunung dan laut. Dibalik fakta itu, terdapat satu pantai yang dapat dikatakan cukup tersembunyi di salah satu daerah dari Sulawesi tengah. Pantai ini sudah cukup terkenal di daerah kota Palu dan sekitarnya dan cukup banyak pengunjung yang datang dan menyaksikan keindahan alam yang dimiliki oleh pantai ini. Pantai ini bernama Pantai Bambarano, terletak di desa Sabang, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Kata “Bambarano” sendiri diartikan sebagai “ujung danau”, karena beberapa orang disana mengatakan bahwa pantai indah ini dialiri oleh salah satu danau yang terkenal di daerah Donggala, yaitu Danau Talaga.

Pantai Bambarano ini sangat terkenal dengan pasir putih yang cantik dan dikelilingi oleh pepohonan yang lebat. Pantai ini juga terdapat “sungai kecil” yang harus dilewati dulu sebelum beranjak ke area pantai. Selain itu, Bambarano juga memiliki batu karang yang biasanya dijadikan para pengunjung sebagai spot foto yang menarik. Hal ini yang membuat Bambarano dapat dikatakan sebagai pantai yang tersembunyi dari pantai pada umumnya.

Beranjak dari Palu, saya beserta keluarga berangkat pukul 08.00 dan menempuh perjalanan dengan menggunakan mobil. Saya dalam perjalanan hanya membawa handphone, cemilan, dan sunblock selama perjalanan dan masih merencanakan apa yang akan saya lakukan setiba saya disana. Tiba di lokasi pantai Bambarano sekitar pukul 12.00, biaya masuk lokasi pantai dikenakan sebesar Rp. 2000,- per orang.

Pemandangan salah satu batu karang di pantai Bambarano.

Setibanya disana, arah masuk ke pantai  Bambarano sendiri menurut saya seperti masuk ke “hutan kecil” dulu dan akhirnya masuk ke daerah pantai, karena Bambarano memang dikelilingi oleh pepohonan yang membuat para pengunjung tidak kepanasan dan bisa mengadakan piknik dibawah pohon sambil menikmati pemandangan dari Bambarano sendiri.

Setelah melihat pepohonan yang mengelilingi pantai, saya melihat sesuatu yang unik dari pantai ini. Pantai ini terdapat semacam “sungai kecil” yang memisahkan antara pepohonan dan pesisir dari pantai Bambarano. Untuk ke pesisir pantai, saya harus melewati “sungai kecil” ini. Arusnya tidak terlalu deras namun sangat memikat mata para pengunjung serta menjadi “added value” yang tidak dimiliki oleh pantai lain.

Hutan kecil yang berada di tengah pesisir Bambarano.

Dataran pesisir pantai Bambarano sendiri juga cukup luas dan menjorok ke laut, sehingga para pengunjung dapat menikmati pemandangan indah sampai ke tengah laut saat pasang surut pantai. Uniknya lagi, pantai Bambarano terdapat “hutan kecil” yang berada di tengah pesisir dari pantai tersebut. Banyak pengunjung yang berbondong-bondong kesana untuk melihat dan mengambil foto dengan salah satu spot dari pantai ini.

Bambarano juga terkenal dengan banyak bebatuan karang yang menjadi spot foto para pengunjung. Bambarano memiliki dua batu karang yang dapat dikatakan murni pemberian Sang Pencipta, karena batu karang ini berdiri dengan kokoh ditengah pesisir pantai. Di sebelah kiri dari arah masuk pesisir Bambarano, ada terdapat batu karang yang dijadikan pengunjung sebagai batu lompatan untuk bisa berenang di pantai Bambarano. Pantai Bambarano juga terkenal dangkal, sehingga anak-anak juga dapat dengan bebas berenang dan menikmati keindahan pantai ini.

Sekitar pukul 14.30 saya dan keluarga bergegas untuk pulang ke kota Palu. Hal ini dikarenakan sore hari adalah saat dimana mulai terjadinya  pasang naik dari pantai. Saya merasa sangat senang dan tertarik untuk datang kembali menyaksikan salah satu surga kecil yang berada di Sulawesi Tengah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.