Backpackeran ke Solo. Low Budget!

0
113
Pura Mangkunegaran.

Setiap orang mempunyai cara sendiri-sendiri untuk menikmati liburannya. Tergantung keperluan dan kemampuan finansial tentunya. Ada yang menyewa jasa atau biro perjalanan wisata, ada yang memilih liburan mandiri, ada pula yang memilih backpacker-an dengan biaya yang minim. Bagi kalangan pelajar maupun mahasiswa, biasanya akan lebih memilih berwisata dengan cara backpacker-an dengan biaya seminimal mungkin. Saya pun termasuk kalangan mahasiswa yang memilih jalan-jalan dengan cara backpacker-an. Jalan-jalan maupun traveling ke luar kota tentu dapat merogoh kocek cukup banyak. Tetapi tidak menutup kemungkinan hanya sedikit mengeluarkan biaya jika kita pandai menyiasatinya. Hal ini seperti yang saya lakukan saat memutuskan untuk jalan-jalan ke Solo.

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah mengenai transportasi. Tak jarang masalah transportasi ini menghabiskan dana yang lebih besar daripada tiket masuk tempat wisata. Untuk itu kita harus pandai-pandai memilih jenis transportasi dan jenis pemesanan. Karena saya berangkat dari Yogyakarta, sehingga transportasi yang paling murah untuk menuju ke Solo adalah dengan menggunakan kereta api lokal, yaitu Prameks (Prambanan Ekspress). Tiket kereta ini hanya Rp 8.000,00/orang, tentu sangat murah jika dibandingkan dengan tiket yang lain.

Akan tetapi kita harus jauh-jauh hari untuk memesannya agar tidak kehabisan karena tiket ini termasuk kategori tiket yang cepat ludes. Untuk tambahan informasi saja, kereta api Prameks ini beroperasi di beberapa stasiun, yaitu Stasiun Tugu/Yogyakarta, Stasiun Lempuyangan (Yogyakarta), Stasiun Maguwoharjo (Yogyakarta), Stasiun Wates (Yogyakarta), Stasiun Klaten, Stasiun Purwosari (Solo), Stasiun Solo Balapan, Stasiun Kutoarjo (Purworejo), dan Stasiun Jenar.

Papan informasi seputar Ponten Mangkunegoro VII.

Setelah lebih dari 1 jam perjalanan akhirnya saya sampai di Stasiun Solo Balapan. Sebelum saya berangkat ke Solo, tentu saya sudah memiliki planning atau list tempat mana saja yang akan dikunjungi. Nah karena saya memilih backpacker-an, jadi benar-benar harus diperhatikan tempat-tempat mana saja yang kira-kira mudah dijangkau dan saling berdekatan. Beberapa tempat yang saya pilih adalah Pasar Klewer, Masjid Agung Surakarta, Alun-alun, Pura Mangkunegaran, dan tentunya Museum Kraton. Tempat-tempat ini saya pilih karena letaknya yang saling berdekatan dan tidak jauh dari stasiun. Selain itu, tempat-tempat tersebut juga merupakan ikon kota yang harus dikunjungi jika berkunjung ke Solo.

Setelah keluar dari stasiun, mulailah saya menuju ke tempat-tempat yang sudah saya list sebelumnya. Sekali lagi masalah transportasi selalu menjadi pertimbangan penting terkait dengan biaya. Akhirnya karena jarak komplek kraton dengan stasiun tidak terlalu jauh dan jalur untuk jalan kaki tidak terlalu membingungkan dan tentunya untuk menghemat pengeluaran, maka saya memutuskan untuk jalan kaki menuju tempat tujuan. Awal perjalanan rasanya memang berat, ditambah lagi dengan suasana yang sudah mulai panas.

Akan tetapi, dibalik perjalanan ini saya menemukan beberapa tempat yang mungkin tidak akan saya temui jika menggunakan ojol ataupun kendaraan lain, yaitu sebuah bangunan bernama Ponten Mangkunegoro VII. Bangunan ini merupakan tempat mandi dan kakus yang dibangun oleh KGPA Mangkunegoro VII sebagai bentuk cinta kepada rakyatnya. Sekarang bangunan ini menjadi salah satu peninggalan sejarah dan masih terjaga. Meskipun begitu, tidak tampak satu pengunjung pun yang berada di bangunan ini selain saya. Mungkin hal ini karena Ponten Mangkunegoro VII tidak seterkenal seperti bengunan lain. Letaknya yang jauh dari jalan raya menyebabkan jarang diketahui orang.

Salah satu benda koleksi di Museum Kraton Surakarta.

Selain Ponten Mangkunegoro VII, saya juga melewati sebuah perkampungan yang dikenal sebagai kampung batik di Solo, yaitu Kauman. Di sini masyarakatnya menjual berbagai jenis batik dan menjadikan rumahnya sekaligus sebagai toko. Hal lain yang saya peroleh dari berjalan kaki ini adalah interaksi dengan penduduk sekitar. Beberapa kali saya berhenti di masjid untuk beristirahat dan makan siang, saya selalu disambut ramah oleh masyarakatnya. Mengobrol santai seputar Solo maupun mengenai perjalanan saya. Oh iya, untuk lebih menghemat pengeluaran atau dana, saya membawa makanan sendiri dari rumah. Selain lebih hemat, membawa bekal sendiri tentunya akan lebih sehat dan terjamin.

Setelah kurang lebih 30 menit perjalanan, akhirnya saya sampai di destinasi pertama yaitu Pasar Klewer. Pasar tradisional milik Solo ini ternyata sudah memiliki fasilitas yang cukup modern. Selain tangga, disediakan pula escalator dan lift di pasar ini. Tentu saja para pengunjung tidak akan mudah kelelahan untuk naik turun dari lantai satu ke lantai lainnya. Di pasar ini tersedia berbagai jenis busana batik dengan beragam motif. Selain itu, juga ada para pedagang makanan dan minuman di lantai paling atas.

Setelah puas berkeliling di Pasar Klewer, saya lanjut berjalan menuju Masjid Agung Surakarta yang jaraknya hanya beberapa meter dari pasar. Kemudian setelah keluar dari gerbang masjid, saya langsung dihadapkan dengan alun-alun luas, yang lebih banyak dipadati oleh kendaraan daripada keramaian orang, tetapi tetap masih banyak penjual makanan dan minuman segar yang selalu menarik untuk dilirik.

Bagian dalam Museum Kraton Surakarta.

Langkah selanjutnya yaitu menuju Pura Mangkunegaran dan Museum Kraton yang kebetulan memang bersebelahan. Di Pura Mangkunegaran ini kita hanya boleh berfoto di depan bangunannya saja, dilarang untuk masuk ke teras bangunan apalagi bagian dalamnya. Sebagai pengunjung yang baik, kita harus selalu menaati peraturan yang diberlakukan ya. Untuk tiket masuk ke Museum Kraton Surakarta kita cukup membayar seharga Rp 10.000,00/orang. Di museum ini kita dapat melihat berbagai benda-benda berharga peninggalan dari Kraton Surakarta.

Nah itu adalah perjalanan backpacker-an saya ke Solo. Mungkin dapat dikatakan sangat murah jika ditotal dari awal perjalanan. Untuk keperluan lain seperti makan dan juga berbelanja itu tergantung pribadi masing-masing ya, apakah kita akan membeli yang mahal atau murah itu tergantung selera. Selamat mencoba!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.