Asyiknya Staycation di Penginapan Unik di Kota Yogyakarta

0
1391
Abrakadabra Art BnB.

Saya mendapat kesempatan untuk menginap beberapa hari bersama teman di Kota Jogja. Kota pariwisata ini memang memiliki banyak tempat menarik yang bisa dijadikan jujugan untuk menginap. Mulai dari yang murah meriah, hingga yang harus merogoh kocek sampai jutaan rupiah pun ada. Nah, kali ini, saya dan teman-teman mencoba sensasi baru dengan menginap di tempat yang tidak biasa.

Tempat yang eksotik dengan sentuhan karya seni tinggi dan pastinya asyik untuk dinikmati kala berlibur ke Kota Gudeg. Tempat yang akan saya bahas adalah penginapan bernama Abrakadabra Art BnB, sebuah penginapan yang terletak di daerah Minggiran, Kota Jogja. Dari pusat kota hanya perlu menempuh jarak sekitar 2 km untuk sampai ke penginapan ini.

Memasuki bangunan serambi penginapan, suasana asri akan langsung terasa. Deretan tabulampot (tanaman buah dalam pot) berpadu dengan sebuah pohon rindang yang membuat tamu yang datang akan langsung kerasan.

Ruangan Tengah di Abrakadabra Art BnB.

Pada bagian ruang tengah yang menghubungkan serambi depan dengan kamar-kamar, berjejer aneka barang kerajinan daur ulang yang tampak apik. Ada sepeda bekas, drum bekas, hingga beberapa ornamen yang terbuat dari bekas batang kayu yang sebenarnya sudah lapuk. Namun, dengan sentuhan kreativitas para pembuatnya, barang-barang kerajinan tersebut sangat sedap dipandang mata.

Pantas saja, tempat ini dinamakan Abrakadabra Art BnB yang memang sesuai dengan kenyataannya. Berisi banyak barang bernilai seni yang diolah dari barang bekas. Serasa sulap, barang-barang tersebut ternyata masih bisa digunakan. Meja dan kursi tempat para tamu untuk makan dan bersantai juga tersedia di ruang tengah ini. Peringatan bagi para tamu agar menjaga kebersihan dan ketenangan terpampang apik memenuhi sudut ruangan. Pada sela-sela sudut ruangan, terpasang pula peta Kota Jogja dan beberapa informasi wisata yang mempermudah tamu jika akan berkeliling kota ini.

Ada beberapa tipe kamar yang disediakan oleh penginapan ini. Tipe pertama, yakni tipe dormitori yang berisi 6-8 tamu pada setiap kamarnya dengan menggunakan kasur susun, dan tipe kedua adalah kamar privat yang dapat diisi oleh maksimal 2 orang tamu.

Kamar Tipe Jungle.

Harga yang ditawarkan cukup murah. Untuk kamar tipe dormitori (asrama), satu malam hanya berkisar Rp. 70.000 – Rp. 90.000. Untuk kamar penginapan privat, harga yang ditawarkan adalah sekitar Rp. 200.000 – Rp. 250.000, tergantung dari jenis kamar yang dipesan. Harga tersebut termasuk sarapan pagi yang disediakan oleh pengelola setiap pukul 08:00. Tamu juga bisa membuat sendiri kopi, teh, ataupun susu yang disediakan di dapur penginapan.

Tiga hari menginap memberikan kesan tersendiri. Saya jadi tahu beberapa aliran dalam karya seni mural yang ternyata memiliki konsep berbeda-beda. Konsep ini dituangkan dalam jenis kamar yang kami sewa. Ada kamar jenis jungle yang memiliki lukisan dominan bergaya hutan belantara. Bahkan, kamar mandi dalam yang disediakan diberi konsep ruang terbuka hijau.

Ada pula kamar yang menggambarkan suasana reggae dengan pewarnaan cat pylox yang cukup dominan. Walau terkesan tak lazim, namun kala menggunakannya untuk menginap selama beberapa hari, rasanya ada kesan lain yang didapat. Kesan itu adalah semangat untuk melakukan kegiatan jalan-jalan menyusuri ramainya Yogyakarta.

Kolam Renang.

Nah, yang menjadi andalan dari penginapan ini adalah adanya sebuah kolam kecil tepat di bagian belakang penginapan. Kolam ini menghubungkan kamar-kamar tamu dengan dapur. Jadi, ketika tamu akan membuat minuman atau makanan di dapur, mereka harus menyusuri kolam tersebut. Kolam yang tak terlalu besar tersebut tampak cantik akibat pantulan warna airnya dengan gradasi warna mural tembok di sekitarnya.

Di pinggir kolam juga tersedia beberapa sofa yang bisa digunakan tamu untuk bersantai sambil mendengarkan musik dan bermain kartu. Jika sedang mujur, buah anggur yang pohonnya menjuntai di tepi kolam bisa dipetik dan dimakan sembari menikmati waktu bersantai.

Berbicara kekurangan, mungkin hanya ruangan yang tidak ber-AC salah satunya. Walau sedikit panas pada jam-jam tertentu, namun suasana rimbun yang didapat dari sepoi angin kala meniup tumbuhan di penginapan bisa jadi penawar. Maka, konsep ramah lingkungan sangat terasa di penginapan ini. Kala berlibur ke Kota Jogja, penginapan ini bisa jadi pilihan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.