Asyiknya Menginap di Hotel Sekitar Legian, Pertimbangkan Dulu 4 Hal Ini

0
374
Di Jalan Legian
Suasana pagi hari yang tenang di Jalan Legian.

Jauh-jauh hari saya telah melihat-lihat beberapa penginapan di aplikasi booking hotel. Rata-rata memang harganya tidak begitu berbeda jauh, hanya mungkin pelayanan dan promonya saja yang berbeda. Dan, pengalaman saya, saya tidak merasa bingung untuk memilih aplikasi mana yang akan saya gunakan untuk memesan hotel.

Karena, dari kesemua aplikasi, intinya saya melihat fasilitas dan lingkungan yang ditawarkan oleh setiap penginapan, baik hotel, hostelhomestay ataupun penginapan berupa shared room atau tipe dormitory.

1. Kenyamanan

Kenyamanan adalah hal yang selalu saya nomor satukan. Apalagi, karena saya melakukan perjalanan dengan cara backpacker, setelah sampai tujuan, hal pertama yang saya pikirkan adalah beristirahat dengan nyaman dan tidur dengan nyenyak.

Nyaman disini, bukan berarti lengkapnya fasilitas dan pelayanan dari tempat penginapan. Tapi, dalam kamus saya, nyaman disini berarti penginapan itu harus mempunyai lingkungan yang tenang dan kamar dengan teras di depannya.

Menginap di Hotel Sekitar Legian
Lingkungan hotel yang adem dikelilingi pepohonan.

Dua hal itu dengan tujuan, setelah saya capek mengunjungi beberapa tempat wisata, setidaknya di kamar atau penginapan saya bisa beristirahat dengan tenang dan bisa duduk-duduk di teras depan. Karena, menurut saya memulihkan energi sesudah beraktivitas di luar sangat dibutuhkan.

Dan, saya merasa beruntung karena telah memesan kamar di salah satu hotel di sekitar Jalan Legian. Lingkungan hotelnya adem, karena banyak terdapat pohon dan dikelilingi oleh rumah-rumah warga. Dan juga, kamarnya mempunyai teras depan atau balkon untuk sekedar duduk-duduk atau menggantungkan pakaian.

2. Harga

Memang, mencari penginapan dengan range harga antara 50 ribu – 150 ribu rupiah, tentu saya tidak bisa mengharapkan fasilitas dan pelayanan yang lengkap. Hanya saja dengan range harga tersebut, saya tetap mempertimbangkan fasilitas yang benar-benar saya butuhkan.

Tipe kamar twin bed.

Tempat tidur yang bersih, kamar mandi di dalam kamar, teras atau balkon, kipas angin, dan lingkungan yang (terlihat) aman mungkin yang menjadi pertimbangan saya. Dan dengan fasilitas yang saya sebutkan tadi, saya mendapat kamar twin bed dengan harga 125 ribu rupiah per malam di hotel sekitar jalan lagian.

3. Lokasi

Hotel di sekitar Pantai Kuta adalah hotel yang awalnya ingin saya tuju dan sering saya lihat juga di beberapa aplikasi. Hanya saja, patokan lokasi hotel yang tidak jelas di google maps dan penilaian di aplikasi dari para pengunjung juga yang membuat saya ragu untuk memilih penginapan di sekitar kuta.

Menginap di Hotel Sekitar Legian
Salah satu jalan kecil di sekitar/menuju pantai kuta.

Hal itu, mungkin karena beberapa penginapannya berada di lorong jalan, yang hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua, akhirnya saya harus ekstra jeli untuk mencari lokasi penginapannya.

Dan, karena banyak bangunan di daerah Kuta yang saling berdekatan, menurut saya, lingkungannya jadi tidak terlihat nyaman. Berbeda dengan beberapa penginapan yang ada di Jalan Legian, lebih mudah untuk menemukan lokasi karena ada beberapa patokan tempat yang bisa saya gunakan dan bangunannya juga tidak terlalu berdekatan.

4. Tempat makan

Budget para backpacker bukan hanya ditekan dari segi ongkos tiket transportasi dan penginapannya saja, tetapi juga budget untuk makan. Bukan berarti selama di perjalanan kita tidak makan atau mengurangi porsi makan agar hemat. Tapi, tempat makan dan jenis makanan biasanya lebih dipertimbangkan selama backpacking.

Restoran mungkin tempat yang paling enak dan nyaman untuk makan, tapi jika kita dapat sarapan pagi nasi uduk dengan harga kurang dari 10 ribu dan mengenyangkan pula, saya juga sepertinya lebih memilih nasi uduk. Dan, di sekitar legian ini ada juga beberapa warung yang bisa saya datangi untuk makan.

Sekali-kali saya juga memilih fast food agar selera makan saya bertambah, karena selain tempatnya nyaman, bisa lama untuk istirahat sekalian nongkrong ,harganya cukup terjangkau, sekitar 20 – 40 ribu rupiah. Di fast food ini, saya bisa makan dengan saus sambal dan tomat, serta soft drinks yang menyegarkan saat di perjalanan.

Dan, beberapa tempat fast food dan juga mini market yang menyediakan fast food banyak dijumpai di sepanjang jalan Legian.

Nah, itulah empat hal yang mungkin bisa menjadi pertimbangan kalian sebelum backpacking ke Bali atau ke tempat wisata lainnya. Happy backpacking! 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.