Asyiknya Melewati Jalur Kebun Kopi, Jalan Trans Sulawesi Palu-Parigi

0
321
Spot foto keranjang gantung di Kilometer Sebelas.

Ada kalanya perjalanan menuju suatu tempat lebih menyenangkan dibandingkan tempat tujuan itu sendiri. Seperti halnya perjalanan saya dari kota Palu menuju Parigi, melewati jalur Kebun Kopi, jalan Trans Sulawesi Palu-Parigi. Dari Kota Palu menuju Parigi, Ibu Kota Kabupaten Parigi Moutong dapat ditempuh selama kurang dari 2 jam. Kabar baiknya, kalian tidak akan bosan karena banyak pengalaman seru, spot foto menarik, serta berbagai keunikan lainnya yang dapat dinikmati sepanjang perjalanan.

Menjajal ‘Sirkuit’ Kebun Kopi

Keseruan perjalanan Palu-Parigi mulai dirasakan ketika memasuki wilayah pegunungan yang dikenal dengan nama Kebun Kopi. Kita akan melewati jalan berliku dengan jurang dan gunung di kedua sisinya. Mereka yang gemar menguji ketangkasan berkendara biasanya menjadikan Kebun Kopi sebagai arena untuk memacu adrenalin. Sepanjang perjalanan, skill memainkan rem dan gas terus diuji. Sensasi meliuk-liuk di atas kendaraan akan memberikan kesan tersendiri bagi pengguna jalan. Namun, saya tidak menyarankan kalian untuk mencoba karena ada yang bilang bahkan Valentino Rossi pun akan kesulitan jika baru pertama kali menjajal ‘sirkuit’ Kebun Kopi.

Menikmati Kopi dan Mie Kuah

Berada di wilayah pegunungan dengan suhu dingin, biasanya perut meminta jatah untuk diisi. Jika tubuh mulai memberi sinyal lapar, kita bisa berhenti di warung sederhana yang berjajar di sebelah kiri jalan. Saya sarankan memesan kopi terlebih dahulu untuk menghangatkan badan. Setelah itu, barulah dilanjutkan dengan mie kuah. Jangan lupa tambahkan cabai segar dan perasan jeruk nipis. Perut sudah kenyang, waktunya melanjutkan perjalanan.

Melihat monyet dari jarak dekat.
Berburu Buah dan Sayur Segar

Setelah lelah melewati jalan yang berliku, kalian bisa mencoba singgah di lapak penjual buah dan sayur yang berjajar di sepanjang kilometer empat belas. Buah yang ditawarkan bervariasi, mulai dari buah naga, apel, anggur, salak, pir, mangga, serta berbagai macam buah lainnya. Selain buah, ada pula sayuran segar. Wortel, lobak, sawi, kembang kol, dan berbagai sayuran lain yang dapat dibawa pulang untuk memenuhi gizi keluarga di rumah. Sebelum dibawa pulang, jangan lupa dibayar ya kakak!

Spot Foto Kilometer Sebelas

Bagi kalian yang ingin mempercantik feed instagram, jangan lewatkan untuk mengabadikan gambar di spot foto kilometer sebelas. Dengan membayar sepuluh ribu rupiah, kita dapat memperoleh foto cantik di keranjang gantung, ayunan, dan sarang burung yang berlatar hijaunya pegunungan. Bagi kamu yang punya fobia pada ketinggian, mencoba keranjang gantung dan ayunan dapat menjadi terapi untuk melawan rasa takut. Ayo, siapa yang mau coba?

Melihat Monyet dari Jarak Dekat

Hal lain yang tak kalah seru dalam perjalanan Palu-Parigi ialah kita dapat melihat monyet dari jarak dekat. Bagi mereka yang sering melewati jalan ini, pemandangan segerombolan monyet yang ada di tepi jalan, bahkan sampai menyeberang jalan merupakan hal biasa. Namun, bagi yang baru pertama kali melintas, bertemu monyet di jalan adalah pengalaman menarik. Biasanya, para pengguna jalan berhenti sejenak untuk memotret monyet yang tengah bersantai.

Kuliner khas Lalampa Toboli.
Menikmati Lezatnya Lalampa Toboli

Desa Toboli dikenal dengan kuliner khasnya yang bernama lalampa Toboli. Lalampa merupakan panganan sejenis lemper. Yang membedakannya adalah bentuk lalampa lebih panjang dan ramping sedangkan lemper berukuran lebih pendek dan gemuk. Untuk isiannya, lalampa terbuat dari beras ketan dan santan dengan isian daging ikan yang direbus, ditumbuk halus, lalu ditumis dengan campuran bumbu tradisional. Oh iya, lalampa sangat cocok dihidangkan dengan secangkir kopi lho! Rasa gurih dan pedas dari lalampa akan semakin nikmat ketika bertemu dengan cita rasa khas kopi. Jika mengunjungi Toboli, tidak lengkap rasanya bila tak membawa lalampa sebagai oleh-oleh.

Dari Desa Toboli, jarak menuju Kota Parigi dapat ditempuh selama ± 20 menit. Sepanjang perjalanan kita akan melihat deretan rumah penduduk yang diselingi dengan keindahan pantai Teluk Tomini.

Itulah berbagai bonus yang dapat kita temui ketika melewati jalan Trans Sulawesi Palu-Parigi. Jika kalian berkunjung ke Palu, jangan lupa mampir ke Parigi ya! Masih banyak keunikan dan hal seru lain yang dapat dijumpai di kabupaten bergelar Bumi Parigata itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.