Art Jakarta 2019, Pusat Seni Kontemporer Asia

0
353
Wisata Art di Jakarta Pusat Seni Kontemporer Asia.

Sepekan lalu di Yogyakarta cukup menyita perhatian dengan mengadakan sebuah festival seni yang dinamakan ARTJOG 2019, kini di Jakarta-pun tak kalah menarik. Jakarta juga mengadakan festival seni yang dinamakan Art Jakarta 2019 dengan tujuan untuk menjadikan Jakarta sebagai salah satu pusat seni kontemporer di Asia, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin dalam pengembangan seni kontemporer di Asia. Dari sebuah seni juga menjadi salah satu cara untuk berbagi dan memperkenalkan Indonesia ke kancah Internasional, karena melalui berbagai pameran dan festival membuat karya-karya anak bangsa Indonesia bisa mendapat apresiasi dari dunia luas.

Sekilas sejarah tentang Art Jakarta, festival seni ini merupakan salah satu festival seni kontemporer yang rutin diadakan sejak 11 tahun yang lalu tepatnya pada tahun 2009, Tak heran jika Art Jakarta telah menjadi salah satu tujuan utama para kolektor seni dan pecinta seni di Indonesia dan Asia Pasifik. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah peserta pameran dan pengunjung setiap tahunnya. Acara tahunan ini diikuti oleh hampir tujuh puluh orang seniman, kolektor seni dan juga eksekutif galeri baik dari Indonesia maupun Luar Negeri dan di sana pengunjung dapat menemukan berbagai presentasi seni interdisipliner.

Salah satu karya seni yang menyita perhatian kami.

Art Jakarta kembali digelar pada tanggal 30 Agustus hingga 1 September 2019. Namun kali ini cukup berbeda, tahun ini Art Jakarta tak lagi diadakan di Pacific Place Mall melainkan di Jakarta Convention Centre (JCC) dengan harga tiket Rp. 100.000 untuk Dewasa dan Rp. 50.000 untuk anak-anak.

Bukan hanya lokasi yang berbeda, Art Jakarta tahun ini ada juga yang sedikit berbeda dari Art Jakarta tahun-tahun lalu. Art Jakarta ke-11 ini memiliki logo baru dan kali ini sang pelaku seni rupa Tom Tandio lah yang menjadi Direktur Pameran Art Jakarta 2019. Bersama kurator Enin Supriyanto sebagai Direktur Artistik, tentunya akan menyajikan karya seni rupa yang berbeda.

Selain itu, Art Jakarta tahun ini pun fokus pada program-program yang menarik untuk para penikmat seni yang diantaranya ada Art Jakarta Spot, Art Jakarta X, Art Jakarta Play, dan Art Jakarta Scene. Bukan hanya itu, Art Jakarta juga bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) untuk kembali untuk menjadi mitra strategis dari Art Jakarta dengan program ART_UNLTD agar dapat menyediakan wadah bagi para perupa muda agar karya-karyanya dapat dinikmati oleh publik. Lalu ada juga penggalangan dana melalui lelang karya seni rupa yang sudah menjadi agenda tetap Art Jakarta.

Ketika memasuki Exhibition Hall, pengunjung akan diberikan booklet mengenai Art Jakarta ini. Di dalam bookletnya pun juga tak lupa disediakan peta lokasi untuk berkeliling diseputaran galeri. Karena seperti yang diketahui bahwa di Art Jakarta ini terdapat 70 gallery seni dari mancanegara, 30 galeri Indonesia dan 40 galeri dari luar negeri, jadi pengunjung dapat menentukan akan menikmati karya seni dari ruang yang mana. Ya! Seniman baik lokal maupun mancanegara lah yang mewarnai Art Jakarta. Pameran ini tersusun atas karya-karya yang dipilih melalui beberapa skema.

Pengunjung yang tak hanya warga lokal.

Para pengunjung tidak perlu khawatir jika tidak mengerti apa yang disampaikan atau makna dari setiap karya seni yang disuguhkan. Karena di setiap karya sudah pasti terdapat sedikit penjelasan atau nama dari karya tersebut, dan juga tak jarang ada pekerja seni dari gallery tersebut yang sudah pasti bersedia untuk memberikan informasi tentang instalasi seni yang ada. Pengunjung yang datang pun juga bukan hanya warga lokal dari Indonesia, melainkan juga banyak turis asing yang ingin melihat hasil karya seni ini.

Selanjutnya, pengunjung yang ingin berswafoto di sana juga memiliki banyak spot foto bagus, mulai dari lukisannya sampai ke instalasi seninya. Meskipun begitu, tapi pengunjung juga harus tetap memperhatikan etika dan peraturan yang telah dibuat panitia, seperti tidak boleh menyentuh karya seni tersebut dan juga tidak menggunakan flash ketika sedang mengabadikan momen dengan kamera.

Bagi pengunjung, ini adalah kesempatan sempurna untuk mengamati karya seni terbaik dari seluruh dunia. Kesempatan untuk melihat bagaimana seni meniru kehidupan dan bagaimana estetika didefinisikan dalam berbagai cara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.