Arakan Tatung Pada Festival Cap Go Meh di Kota Singkawang

0
206
Tugu Naga Emas.
Tugu Naga Emas.

Tidayu, kependekan dari Tiongkok Dayak Melayu adalah 3 etnis terbesar yang mendiami wilayah Kota Singkawang. Dari dulu masyarakat hidup berdampingan dan sangat rukun tentunya. Kota Singkawang adalah kota kecil yang ada di Kalimantan Barat. Namun, nuansa bangunan tua dan kulinernya sangat dinikmati oleh wisatawan yang datang. Waktu tempuh dari Bandara Supadio ke kota ini sekitar 3,5 jam perjalanan darat. Dan setiap tahun Kota Singkawang selalu didatangi para wisatawan saat masa perayaan Tahun Baru China atau Imlek, berikut rangkaiannya.

Malam Imlek

Menjelang Imlek, jalanan kota dihiasi gemerlap merah lampion yang dipajang atau digantung di sepanjang jalan raya. Selain itu, sejak perayaan malam Imlek, diadakan hiburan di Stadion Kridasana yang dimeriahkan artis lokal kadang nasional, pertunjukkan seni budaya, pameran, dan sebagainya. Acara ini selalu meriah hingga 15 hari sampai perayaan Festival Cap Go Meh.

Gantungan lampion yang menghiasi Kota Singkawang.

Pawai Lampion

Hari ke 14 sudah tiba, menanti puncak hari ke 15 keesokkan harinya, diadakan Pawai Lampion pada malam hari yang dilakukan jam 9 malam di Pusat Kota Singkawang. Pawai ini dilakukan untuk menyambut puncak perayaan Cap Go Meh. Cap Go Meh adalah pertanda bahwa saat itu adalah puncak bulan purnama pertama setelah tahun baru. Berbagai atraksi diperlihatkan termasuk drumband, arak-arakan replika naga dan mobil-mobil hias yang beriringan melewati pusat Kota singkawang. Masyarakat yang menonton sudah ramai memadati jalan raya, 1 sampai 2 jam sebelum pawai dilakukan.

Vihara tertua di Singkawang.

Arak-Arakan Tatung pada Puncak Perayaan Cap Go Meh

Puncak Festival Cap Go Meh pun tiba, sekitar jam 8 pagi, masyarakat yang memadati Kota Singkawang lebih banyak daripada perayaan pawai lampion. Semerbak bau dupa tercium di mana-mana. Sebelum arak-arakan dimulai, terlebih dahulu diawali dengan tari-tarian pembuka, biasanya start dari Jalan Diponegoro.

800 an tatung mulai di arak, setiap arakan dipikul oleh puluhan orang dengan 1 atau 2 tatung yang berdiri di atasnya. Pengertian Tatung berasal dari Bahasa mandarin adalah Tiao TongTiao berarti lompat dan Tong atau Tong Ji berarti anak-anak ilahi. Arti dari Tatung sendiri adalah manusia yang dimasukki roh dewa atau leluhur.

Warga Singkawang meyakini, roh yang memasukki tubuh mereka bertujuan untuk membantu manusia untuk mencapai kedamaian, menjaga dari gangguan makhluk halus lain, dan memberi pengobatan. Arak-arakan Tatung diiringi dengan sepuhan gong, beduk dan peralatan musik lainnya. Atraksi yang unik sekaligus ekstrim yang dilakukan oleh Tatung adalah mereka berdiri di atas ujung tombak dan atau mandau yang lancip tanpa alas kaki. Jarum-jarum besi menusuk ke bagian pipi dan bibir mereka dan mereka menggerok lidah dan leher menggunakan pisau atau mandau. Namun, tidak sedikitpun menimbulkan luka. Selain itu, Tatung juga memperlihatkan memakan ayam yang masih hidup saat diarak.

Tantung yang menusukkan senjata tajam ke badan.

Tempat yang menarik dikunjungi di Pusat Kota Singkawang

Nah, selain kita bisa menikmati serangkaian Festival Cap Go Meh yang dimulai dari malam Imlek sekitar 2 minggu lamanya, jangan lewatkan juga untuk berfoto di tempat menarik yang ada di pusat kota.  

·       Tugu Naga, lokasinya berada di Jalan Niaga, Melayu, Singkawang Barat. Tepat berada di perempatan, patung ini berwarna emas berbentuk melilit sebuah tugu. Ukurannya tidak terlalu tinggi namun para wisatawan yang datang tidak melewatkan untuk berfoto di sini. Sekitaran tugu, dikelilingi toko-toko dengan bangunan yang relatif tua.

·       Vihara Tri Dharma Bumi Raya, walaupun ukurannya tidak besar, vihara ini tertua di Singkawang dan telah berdiri sejak tahun 1878. Lokasinya berada di Jalan Kelurahan Melayu dan jaraknya tidak jauh dari Masjid Raya Singkawang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.