Apa Jadinya Kalau Air Terjun Ada 1000? Cuma Ada di Coban Tumpak Sewu!

0
531
Pemandangan Tumpak Sewu dari Loket Lumajang.

Pada musim kemarau ini memang waktu yang cocok untuk jalan-jalan ke tempat yang sedikit berpetualang! Umumnya, pantai jadi tempat yang paling cocok untuk liburan menikmati musim panas, ya, travelovers! Tapi tak ada salahnya untuk mencoba peruntungan lain seperti main ke tempat yang segar seperti air terjun. Karena, jika musim hujan main ke area air terjun akan sangat beresiko banjir dan hanyut, apalagi medannya yang berlumut, pasti akan membuat licin. Jadi, musim kemarau seperti ini adalah waktu yang pas untuk berburu keindahan air terjun /coban /curug.

Kalau di Malang sendiri terdapat banyak air terjun, hampir tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Malang dan juga Kota Batu. Ada Coban Rondo, Coban Rais, Coban Bidadari, Coban Jahe, Coban Talun, dan yang lainnya. Rata-rata air terjunnya hanya ada satu. Nah, bagaimana kalau cobannya ada seribu? Pasti jauh lebih eksotik!

Dengan melakukan perjalanan sekitar 2 – 3 jam dari pusat Kota Malang, ada satu kawasan wisata yang ramai dikunjungi wisatawan dengan panorama yang sepertinya tidak ada tandingannya, yaitu Coban Tumpak Sewu. Kawasan ini ada di antara perbatasan Malang dan Lumajang, jadi dimiliki oleh kedua Kabupaten tersebut dan juga area lereng Gunung Semeru. Rutenya apabila berangkat dari Malang adalah Malang–Turen–Dampit–Ampelgading-Lumajang.

Trek Menuju Coban Tumpak Sewu Bagian Bawah.

Ada yang menyebut coban ini Coban Sewu, Coban Seribu ataupun Coban Tumpak Sewu. Ada dua loket masuk baik itu via Kabupaten Malang atau via Kabupaten Lumajang, tergantung pilihan kalian, yang jelas panoramanya sama-sama bagus. Ini adalah kunjungan keempat saya ke kawasan Coban Seribu ini, tidak pernah bosan dengan indahnya cucuran air terjun yang banyak ini. Harga tiket masuknya hanya Rp. 10.000 dan parkir sepeda motor Rp. 5.000. Kita diharuskan trekking sedikit dengan melewati hutan salak dengan jalan yang cukup curam.

Nah, setelah menemukan ada warung-warung itu berarti kita sudah dekat dengan area viewpoint. Benar saja, ternyata dari loket masuk cukup jalan selama kurang lebih 5 menit dan sampailah di pemandangan kumpulan air terjun dengan tinggi kurang lebih 180 m ini dari atas.

Travelovers juga bisa turun ke area bawah Air Terjun Seribu ini. Harap dicatat dengan baik ya, meskipun jalurnya sudah dibenahi dengan baik, namun masih tergolong ekstrem dan membutuhkan kondisi tubuh yang fit untuk melewatinya. Jangan memaksa turun apabila travelovers memiliki penyakit fisik tertentu, ya!

Tumpak Sewu dari Kabupaten Malang.

Setelah menuruni area tangga tanah, tangga bambu, sampai menyebrang sungai-sungai kita sampai di Coban Sewu bagian bawah. Hati-hati bila membawa berbagai peralatan elektronik, karena percikan air terjunnya cukup deras dan membuat basah. Jangan lupa membawa air minum untuk mengatasi haus apalagi ketika balik naik ya!

Setelah puas menikmati eksotisnya air terjun ini, kalian bisa beristirahat sembari menyantap gorengan atau sekedar memesan kopi di warung sekitar, saya akhirnya memilih untuk minum degan. Yum, segar! Ketika hari mulai sore dan sinar matahari tidak terlalu menyengat mulai terlihat air terjun dari view atas, ayo segera berfoto sebanyak-banyaknya!

Nah, apabila ingin melanjutkan perjalanan selanjutnya tidak jauh dari kawasan ini sekitar tiga kilometer bisa mampir ke area Goa Tetes Lumajang. Jangan lupa bawa baju ganti kalau ingin berbasah-basahan ya travelovers!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.