Alun-alun Surya Kencana: “Surga” Hamparan Bunga Edelweiss

0
737
Alun-Alun Surya Kencana.

Alun-alun Surya Kencana merupakan padang savana luas yang ditumbuhi oleh hamparan bunga edelweis di wilayah Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Lembah yang memanjang dari sisi timur ke sisi barat dan berada di selatan puncak Gunung Gede ini berada pada ketinggian 2750 mdpl. Sejauh mata memandang, kita akan disuguhi oleh indahnya pemandangan bak secercah surga yang tersimpan di wilayah TNGGP.

Perjuangan untuk Sampai ke ‘Surga’ Edelweiss.

Saya bersama ketiga teman saya memulai perjalanan kami dari Jakarta menuju kawasan Puncak Bogor. Basecamp pendakian via Gunung Putri ini berada jauh dari jalan raya dengan medan cukup menanjak. Perjalanan total dari Jakarta hingga basecamp pendakian kami lakukan menempuh waktu kurang lebih 3 jam perjalanan dengan mobil.

Dari basecamp Gunung Putri, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki, waktu yang ditempuh kira-kira 6.5 jam pendakian dengan melewati 4 pos di antara, basecamp sampai Alun-Alun Surya Kencana. Pos tersebut antara lain, Pos 1: Legok Leunca, Pos 2: Buntut Lutung, Pos 3: Lawang Sekateng dan Pos 4: Simpang Maleber. Lama pendakian berkisar antara 6-7 jam pendakian, waktu yang paling tepat untuk mendaki adalah pada pukul 07:00 – 09:00, saya sendiri tidak menyarankan pendakian malam hari, namun tidak sedikit pendaki yang mendaki pada malam hari.

Trek pendakian menuju Alun-alun Surya Kencana via Gunung Putri ini bisa dibilang cukup berat, jalur diawali dari pemukiman dan lahan perkebunan milik penduduk sekitar. Selanjutnya jalur akan terus menanjak dan hanya sedikit sekali jalur mendatarnya. Tanah dan akar pepohonan mendominasi trek jalur pendakian via Gunung Putri ini. Vegetasi hutan rimba yang lebat dan sesekali terbuka juga menjadi dominasi suasana pendakian ini. Tak lupa warung-warung kecil yang menjajakan semangka, gorengan, dan minuman hangat akan menemani di tiap-tiap pos peristirahatan.

Savana Luas Dikelilingi Bunga Edelweiss.
Sebuah ‘Surga’ Hamparan Edelweis.

Jalur trek pendakian seketika menjadi datar dan perubahan vegetasi dari tanaman lebat menjadi sedikit terbuka dapat dirasakan, itulah tandanya kita akan segera tiba di Alun-alun Surya Kencana. Rasa lelah yang terasa ibarat terbayarkan oleh lanskap ciamik hamparan savana luas dengan bunga edelweis yang berada di sisi-sisinya. Siang itu cuaca cerah berawan, angin gunung sesekali berhembus melewati lembah yang diapit oleh dua gunung tersebut. Beberapa teman saya mengabadikan pemandangan surga yang tidak dapat nikmati setiap hari ini dengan menggunakan kamera, beberapa beristirahat sejenak sedangkan saya masih tertegun menikmati pemandangan di Alun-alun Surya Kencana ini.

Hamparan bunga yang dikenal sebagai bunga abadi yang tumbuh hanya pada ketinggian diatas 2000 mdpl ini dapat dinikmati sejauh mata memandang. Tapi ingat, bunga ini tidak boleh dipetik, karena termasuk dalam tumbuhan yang dilindungi, jadi hanya boleh diabadikan melalui kamera saja, ya!

Perjalanan kami lanjutkan menyusuri jalan sedikit ke arah barat untuk mencari tempat yang cocok untuk berkemah, beberapa lama mencari akhirnya kami menemukan tempat yang cocok; tanahnya rata, dibelakangnya terdapat beberapa pohon untuk memecah angin lembah yang mungkin saja akan menerpa dengan kencang pada malam hari, dan jarak yang tidak terlalu jauh dari sumber air. Iya, adanya sumber air juga menjadikan wilayah ini komplit jika disebut sebagai tempat berkemah favorit para pendaki untuk bermalam dan beristirahat sebelum akan melanjutkan pendakian menuju Puncak Gede.

Savana Tempat Favorit Untuk Berkemah.

Saat matahari mulai tergelincir ke ufuk barat, cuaca menjadi berkabut, hawa dingin mulai terasa menusuk badan. Jaket hangat memang menjadi spek wajib jika ingin mengunjungi tempat ini, kupluk dan sarung tangan juga bisa untuk menghindari tubuh dari hawa dingin yang menusuk. Setelah membersihkan diri sekadarnya, kegiatan dilanjutkan dengan menyiapkan makan malam didepan tenda, ditemani matahari yang semakin tergelincir ke arah barat dan kabut dingin yang turun kami menyantap makan malam kami.

Sungguh disayangkan malam itu hujan rintik membuat kami harus berlindung didalam tenda, karna jika tidak, kita bisa melihat Milky Way, serta gugusan bintang yang menakjubkan di langit, namun malam itu tidak dapat melihatnya, mungkin lain waktu saya bisa lebih beruntung! Karena perjalanan sebelumnya yang sangat melelahkan dan kami juga kurang tidur karena menyiapkan perlengkapan mendaki malam hari sebelum pendakian, kami memutuskan untuk tidak tidur terlalu larut untuk menyimpan energi melihat keindahan Alun-alun Surya Kencana esok hari!

Embun Pagi di Alun-alun Surya Kencana.

Pukul 06:00 kami bangun dan keluar dari tenda, udara dingin masih menyelimuti, mentari belum sepenuhnya menampakkan dirinya, embun membasahi tenda dan rumput di sekitar, suasana saat fajar datang ini sangatlah menakjubkan, perbukitan yang hijau menjadi pemanis dalam pemandangan pagi itu.

Suasana dramatis dengan kabut tipis yang mengelilingi lembah luas dipadukan dengan edelweis ini ibarat menjadi sebuah detox dari hiruk-pikuk ibukota yang setiap harinya diselimuti oleh polusi dan kebisingan jalan raya yang membuat kadar stres ini memuncak. Memiliki beberapa waktu lepas dari gadget dan intensif bercengkrama dengan teman juga merupakan barang langka untuk bisa didapat belakangan ini.

Saya sangat merekomendasikan tempat ini untuk kalian yang ingin merasakan pengalaman menakjubkan di lembah gunung yang terletak tidak jauh dari ibukota.

Alun-Alun Surya Kencana.
Sebuah Tips.

Siapkan fisik anda sebelum melakukan pendakian menuju Alun-alun Surya Kencana ini karena jalur pendakian yang tidak mudah seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Bawalah dengan lengkap logistik pribadi seperti tas carrier, sepatu gunung, jaket hangat, sleeping bag, senter, baju ganti secukupnya, obat-obatan pribadi, dan kelompok seperti tenda, perlengkapan dan alat masak, matras, dll. Logistik haruslah lengkap untuk memudahkan kegiatan berkemah kalian.

Jangan buang sampah sembarangan! Saya sedikit kecewa melihat beberapa spot di tempat ini dikotori oleh manusia tidak bertanggung jawab yang tidak membawa kembali sampah mereka, ingat, gunung bukan tempat sampah! tidak ada yang akan memunguti sampah-sampah yang kalian buang itu!

Patuhi larangan yang ada saat briefing di gerbang pendakian dibawah, dan jangan lupa senantiasa berdoa agar kegiatannya selalu diberi kelancaran!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.