Air Terjun Srambang, Air Terjun Ter-Instagramable di Kabupaten Ngawi

0
915
Air Terjun Srambang.

Air Terjun Srambang berada di Desa Girimulyo, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi. Waktu tempuh dari Alun-Alun Kabupaten Ngawi adalah sekitar 30 menit. Akses jalan sudah sangat baik, karena sudah diaspal. Ketika sudah sampai parkiran Air Terjun Srambang, kita bisa memilih berjalan kaki atau naik ojek.

Saya sendiri memilih untuk berjalan kaki. Pertimbangannya adalah agar lebih irit, tapi kalau tidak mau melakukan perjalanan yang melelahkan, bisa juga meyewa ojek seharga Rp. 5.000 sekali jalan. Cukup membutuhkan waktu 5 menit saja, kalian sudah sampai di loket tiket. Ojek-ojek di sini berseragam rapi, dan jumlahnya cukup banyak, mereka adalah warga lokal yang diberdayakan. Antrian ojek rapi dan tidak ada yang menyerobot. Pemandangan pepohonan pinus menjulang tinggi dan bunga-bunga indah ditanam di samping jalan. Tentunya hembusan angin segar menyambut kehadiran saya. Hal ini karena lokasi Srambang yang berada di kaki Gunung Lawu.

Harga tiket per orang sewaktu saya berkunjung adalah Rp. 20.000, padahal tahun sebelumnya hanya Rp. 15.000 per orang. Mungkin sedang dalam suasana libur lebaran. Begitu masuk, pengunjung akan dimanjakan dengan pilihan spot selfie yang beragam. Seperti selfie di atas jembatan yang dipadukan dengan pohon berukuran besar, selfie dengan love, bunga yang disusun dengan berbagai bentuk, tulisan Srambang dan masih banyak lainnya.

Pemandangan yang tersaji selama menuju ke air terjun adalah anak sungai di sebelah kanan dan kiri jalan. Mengalirkan air dingin dan sangat jernih. Udaranya sangat segar, karena dikelilingi oleh hutan dan tebing yang tinggi. Batu-batuan besar di sungai bisa kita duduki, atau kita bisa main air sambil mencipratkan air bersama keluarga. Pengunjung diperbolehkan untuk mandi di sungai, karena arus sungainya tidak begitu deras. Selain itu, di sini dibangun banyak jembatan dengan nama yang unik, seperti jembatan asaa dan jembatan cinta.

Kawasan Hutan Pinus di Sekitar Air Terjun Srambangan.

Jika ingin mengajak anak, disediakan berbagai wahana mainan anak. Kemudian, selain bisa mandi di sungai, pengunjung juga disediakan kolam renang buatan dengan bentuk mirip anak tangga, yaitu kolam renang yang bertingkat-tingkat mengalirkan air bersih dari sungai. Air yang segar dijamin akan membuat anak-anak jadi sangat betah berlama-lama di kolam renang. Untuk makan, kita bisa membeli di warung yang berjajar di lokasi wisata. Konsep warungnya ada yang lesehan dan ada yang pakai kursi. Namun, jika membawa bekal dari rumah bisa memakai gazebo atau saung-saung yang sudah disediakan secara gratis.

Meskipun terletak di hutan, air terjunnya memiliki sarana prasarana yang sudah baik. Jalan menuju lokasi wisata sudah diaspal. Untuk mendaki ke air terjun, anak tangganya juga sudah di-paving. Sehingga akan sangat nyaman. Jika ingin sholat sudah disediakan mushola di dalam lokasi wisata.

Pada setiap sungai terdapat kincir air dari bambu yang akan menggerakkan alat semacam drum yang dipukul-pukulkan menggunakan tenaga air, sehingga akan menciptakan bunyi-bunyi mirip pukulan drum. Lalu ada juga pohon-pohon yang diberikan deskripsi yang menjelaskan pohon tersebut. Selain itu, ada sebuah kincir raksasa yang digerakkan oleh angin. Biasanya dipakai sebagai spot foto, karena memang sangat instagramable. Pengunjung bisa naik ke lantai dua kincir air raksasa. Pada bagian belakangnya terdapat sebuah tebing dengan bunga-bunga yang disusun membentuk love raksasa dengan warna yang menyegarkan mata.

Kincir Air.

Ketika sampai di air terjun, lantai paving akan bertemu dengan bebatuan yang akan kita injak. Kemudian disela-sela batu ada aliran sungai yang mengalir. Dari hempasan air terjun mengalir ke sela-sela batu, kemudian mengalir ke sungai-sungai di sekelilingnya. Air terjun setinggi 25m ini sayangnya sangat ramai, sehingga agak repot mencari spot berfoto yang pas. Namun jangan khawatir, cukup menjauh sedikit dari hempasan air, maka sudah pasti  bisa ambil foto yang instagramable.

Hal yang paling saya sukai di sekitar lokasi Air Terjun Srambang ini adalah harga makanan yang jujur, tidak ada yang menaikan harga seenaknya. Harga jagung bakar Rp. 5.000, mie instan cup Rp. 6.000, gorengan Rp. 1.000, dan semua warung akan menjualnya dengan harga yang sama. Untuk biaya parkir cukup membayar Rp. 5.000 saja per sepeda motornya.

Air Terjun Srambang memang tempat yang sering dikunjungi turis lokal maupun luar daerah. Sehingga setiap hari memang pasti ramai. Meskipun saya berkunjung saat weekday, tetap saja ramai. Namun karena banyak spot, seperti kolam renang, sungai, hingga taman bunga, membuat tempat ini seolah tidak terlalu sesak. Air Terjun Srambang ini pernah mendapat juara 3 dari 7 sebagai peraih Sertifikat Standardisasi Pengelolaan Usaha Wisata Alam Canopy pada tahun 2018 dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Membanggakan sekali bukan Air Terjun Srambang ini?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.