Air Terjun Olondoung, Harta Tersembunyi Di Pengunungan Tinombo

0
733
Air Terjun Olondoung di Dusun Ogopuyo, Desa Lombok Barat.

Pegunungan Tinombo dihuni Suku Lauje pedalaman, salah satu suku yang mendiami bagian utara wilayah Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Selain ragam budaya masyarakatnya yang unik dan masih lestari, Pegunungan Tinombo juga menyimpan harta yang memukau, yaitu Air terjun Olondoung. Air terjun ini menjadi daya pikat tersendiri bagi para penyuka jalan-jalan.

Jika dari Bandara Mutiara, Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, jarak tempuh ke Tinombo menggunakan mobil sekitar tujuh jam perjalanan. Letaknya berada di bagian utara Kabupaten Parigi Moutong. Di sana juga ada Desa Toboli yang bisa Anda gunakan untuk singgah sejenak sambil mencicipi kuliner khas Parigi, lalampa Toboli. Jajanan khas ini terbuat dari beras ketan dengan isian daging ikan yang dipanggang di bara api. Aromanya menggoda dan rasanya nikmat. Anda wajib singgah untuk menikmatinya sebelum menuju arah utara.

Selepas itu, sepanjang jalan Anda akan melewati wilayah pesisir yang akan membuat Anda terbuai dengan keindahan pemandangannya. Jalannya mulus sebab menjadi jalur penghubung antar provinsi, Parigi Moutong – Gorontalo. Dalam waktu sekitar lima jam dari Toboli, Anda akan tiba di Ibu Kota Kecamatan Tinombo.

Anak-anak Suku Lauje di Pemukiman KAT Suku Lauje Desa Lombok Barat Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Untuk menuju Desa Lombok Barat, pengunjung bisa menyewa ojek motor denganĀ  harga Rp 60.000 – Rp 70.000 dari titik start Tinombo sebagai ibu kota kecamatan. Harga sewa ojek tergantung cuaca karena jika musim penghujan untuk menuju desa-desa yang terletak di pedalaman sangat sulit sehingga tarifnya pun lebih mahal.

Untuk sampai di Air Terjun Olondoung, Anda masih harus menempuh jarak kurang lebih 4 km dari Kantor Desa Lombok Barat. Pengunjung bisa menempuhnya dengan naik kendaran roda dua (motor ojek) selama lima menit sampai di Ogo Taipa. Selebihnya hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama sekitar 1,5 jam.

Jalan kecil hanya bisa disusuri oleh pejalan kaki. Sepanjang jalan kita disuguhkan pemandangan pegunungan yang asri dan sebagian sudah dibuka menjadi kebun warga. Ada beberapa medan landai dan lebih banyak jalur berbukit-bukit. Memang butuh upaya ekstra untuk sampai ditujuan karena belum ada jalan yang lebih mudah dibuka untuk pengunjung air terjun.

Salah satu permainan tradisional anak-anak Suku Lauje di Desa Lombok Barat.

Di perjalanan, pengunjung sesekali akan bertemu dengan beberapa Suku Lauje pedalaman yang bermukin di Pegunungan Ogopuyo. Ada yang berkebun kakao, cengkeh, dan ada juga yang menanam tanaman palawija. Sebagian menanam jagung dan umbi-umbian hanya sekedar untuk dikonsumsi keluarga dan dijadikan makanan pokok.

Kurang lebih 100 meter suara gemuruh air sudah terdengar. Hawa disekitarnya terasa sejuk dan cenderung dingin. Kita akan melewati sungai sekitar 50 meter sambil terus berjalan naik ke atas. Di depan sana sudah terlihat dengan jelas air terjun. Ingat ya, butuh kehati-hatian untuk melewati bebatuan-bebatuan besar yang ada di sana.

Semakin dekat hawanya semakin dingin, menyegarkan peluh sepanjang perjalanan. Begitu tiba di air terjun, semua rasa lelah hilang. Kita akan terpukau dengan pesona Air Terjun Olondoung yang meluncur gagah dari ketinggian sekitar 150 meter, terpisah menjadi dua oleh tebing batu yang menjulang tinggi. Air Terjun Olondoung disebut-sebut menjadi salah satu pancuran air yang paling tinggi. Airnya jernih jadi Anda bisa merasakan kesejukannya seraya bermain-main. Pepohonan disekitarnya masih rindang, asri, dan terjaga dengan baik. Itulah mengapa Air Terjun Olondoung layak dikatakan sebagai harta tersembunyi di balik Pegunungan Tinombo.

Pemukiman KAT Suku Lauje Desa Lombok Barat Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Air Terjun Olondoung iniĀ  terletak di wilayah Dusun Ogopuyo, Desa Lombok Barat, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Air terjun ini layak dikelolah untuk menjadi salah satu destinasi wisata alam kebanggaan Parawisata.

Jika tidak memungkinkan untuk berkunjung ke Air Terjun Lombok Barat, bisa kok digantikan dengan wisata budaya Suku Lauje. Pemukimannya tersebar di enam dusun Desa Lombok Barat, yaitu Dusun Gianang, Dusun Ogoyoan, Dusun Bineti, Dusun Babong, Dusun Ogopuyo, dan Dusun Bolo. Anda bisa mengenal mereka lebih dekat, menyaksikan keunikan budaya, mencicipi kopi bercita rasa kayu manis yang enak sekaligus merasakan keramahan mereka terhadap tamu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.