Air Terjun Lepas Pantai Toroan Madura

0
1083
Air Terjun Toroan.

Mana yang lebih travelovers suka? Air terjun atau pantai? Atau bahkan keduanya? Kalau saya sih jelas keduanya! Tapi bisa enggak sih dapat dua sensasi wisata tersebut sekaligus? Bisa banget dong yuk simak!

Selain dua air terjun lepas pantai yang cukup terkenal di Jawa Timur seperti Pantai Banyutibo Pacitan dan Pantai Banyu Anjlok di Dampit Kabupaten Malang, di Ketapang  Kota Sampang Madura juga terdapat air terjun lepas pantai yang bernama Pantai Toroan. Secara jarang-jarang kan ada fenomena air terjun yang bergabung dengan pantai sekaligus.  Toroan sendiri merupakan bahasa Madura dari turun atau turunan.

Ternyata kawasan ini penuh dengan legenda yang dipercaya sejarahnya turun-temurun oleh warga sekitar. Dahulu, terdapat sepasang suami istri yang tinggal tidak jauh dari area air terjun tersebut yang bernama Brienggono dan Siti Fatimah. Lalu keduanya terlibat saling cekcok dan saling menuduh bahwa satu sama lain selingkuh, singkat cerita keduanya yang sedang emosi saling berucap sumpah.

Birenggono bersumpah bahwa apabila ia tidak selingkuh, maka makamnya akan mudah digali walau hanya menggunakan batang sekalipun, sedangkan Fatimah bersumpah apabila ia terbukti tidak bersalah maka makamnya tidak akan hanyut dialiri air sungai. Ketika keduanya meninggal ternyata dua sumpah tersebut benar-benar terjadi bahkan makam Fatimah yang terletak di tengah hilir tidak tergerus air, malah membelah dua dan menjadikan cikal bakal air terjun tersebut. Begitu pemirsa.

Saya sangat beruntung masih bisa mengunjungi tempat yang sarat akan legenda ini dan buktinya ketika dikunjungi memang air terjunnya eksotik karena langsung lepas pantai ke Pantai Nepa. Didominasi batuan-batuan karnag yang cukup besar, jadi travelovers harus hati-hati selain tajam juga licin. Derasnya volume air menambah keeksotisan air terjun setinggi 20 meter ini. Sangat segar untuk bermain air di bawah air terjun, tapi perlu digaris bawahi bahwa terdapat palung di bawahnya sehingga perlu ekstra berhati-hati untuk bermain air di area air terjun.

Air Terjun Toroan dari dekat.

Air Terjun Toroan bisa dicapai melalui jalur utama Surabaya lalu melalui Jembatan Suramadu, lanjut ke arah Bangkalan dan Pamekasan. Atau untuk travelovers yang ingin mencoba naik kapal melewati Selat Madura, kalian bisa naik bis dari terminal Bungurasih dengan jurusan Madura, karena bisnya naik kapal dan tidak melalui jalan tol Suramadau. Waktu itu ancer-ancernya setelah SMA 5 Pamekasan belok kiri ke arah Ketapang lalu lurus saja sampai menemukan air terjun ini tepat di pinggir jalan raya. Plang menuju air terjun ini sudah disediakan kok oleh Dinas Perhubungan setempat jadi tidak usah khawatir tersesat.

Jaraknya hanya empat kilometer dari pusat Kota Sampang. Fasilitas sekitar sendiri masih sangat minim, belum ada loket masuk dan hanya membayar parkir saja sebesar Rp5.000 untuk roda dua dan Rp10.000 untuk roda empat.  Masih belum ada fasilitas tambahan seperti kamar mandi bahkan muhsolla, tapi sudah ada beberapa jajaran warung yang menjual camilan dan minuman. Tidak jarang juga travelovers bertemu dengan penambang pasir karena area ini kerap digunakan untuk mencari pasir oleh warga sekitar Toroan.

Penambang pasir sekitar Toroan.

Wisata komplit bisa didapatkan disini mulai dari sejarah legenda, berfoto dengan latar belakang air terjun maupun pantai, bermain air, dan berburu senja. Lokasi Toroan sangat cocok untuk digunakan bersantai sembari menikmati matahari tenggelam, tidak jarang fotografer berbondong-bondong mendatangi kawasan ini untuk memotret lansekap air terjun lepas pantai dengan langit yang memerah jingga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.