Agrowisata Pabrik Teh PTPN 8 Subang

0
2191
Pabrik Teh PTPN 8 Subang

Wilayah Kabupaten Subang terkenal dengan wisata kebun tehnya. Kalau kita melewati wilayah Gunung Tangkuban Perahu, kita akan disambut oleh pemandangan kebun teh yang hijau dan segar. Udara yang sejuk dan asri, membuat kita betah berlama lama disini. Sebenarnya, wisata apa sih yang bisa kita coba di wilayah ini? Wisata air panas alami? jalan-jalan ke puncak Tangkuban Perahu? Atau masih ada lagi?

Agrowisata di kebun teh PTPN 8 harus kamu cobain! Wisata ini cukup unik, karena agrowisata khusus teh sangat jarang ditemui di daerah-daerah lain. Di Pabrik Teh PTPN 8 Subang, kita akan melihat langsung industri dan pengolahan teh dari nol. Mulai dari kayu bakar untuk mesin pengolah, penguapan daun teh, pengeringan, sampai proses pengemasan akan kita lihat secara langsung. Jadi, kita akan paham sulitnya membuat teh celup yang biasanya kita minum sehari hari. Menarik kan?

Hari Senin, tanggal 4 Februari 2019, saya mengunjungi Pabrik Teh PTPN 8 di Subang. Kurang lebih pukul 12.00 saya sampai di lokasi. Jarak tempuh dari pusat kota Bandung sekitar 1 sampai 2 jam, lumayan jauh dan melelahkan. Wilayah Lembang dan Subang biasanya padat dan macet ketika akhir pekan tiba, karena dipadati wisatawan yang berkunjung ke daerah ini.

Setelah memarkirkan kendaraan, saya langsung menghampiri petugas keamanan untuk menanyakan informasi kunjungan ke Pabrik Teh PTPN. Setelah bertanya, ternyata hari itu kegiatan pabrik sedang libur, tetapi petugas keamanan bersedia mengantarkan saya berkeliling pabrik teh. Kami berkenalan, nama beliau adalah Pak Keke, sehari hari bekerja sebagai petugas keamanan di Pabrik Teh PTPN, tetapi sesekali mengantar tamu yang berkunjung.

Berkeliling Pabrik Teh

Perjalanan kami mulai di tempat penampungan bahan bakar mesin. Berdasarkan penjelasan Pak Keke, mesin pengering teh masih menggunakan kayu bakar untuk mengeringkan daun teh yang telah dipanen. Gudang penampungan kayu bakar ini cukup besar, sebanding dengan keperluan mengeringkan 8 ton daun teh setiap produksi. Lalu, kami menuju ruang timbang dan tempat parkir truk pengangkut daun teh. Daun teh ini adalah daun-daun terbaik yang dipilih ketika panen. Dalam sehari, mungkin ada 8 sampai 10 truk yang sibuk mengangkut daun teh siap olah.

Pabrik Teh PTPN 8 Subang
Mesin pengangkut daun teh hasil panen.
Pabrik Teh PTPN 8 Subang
Gudang kayu bakar.

Setelah melihat distribusi panen teh dan gudang bahan bakar, saya mulai masuk ke dalam gedung pabrik. Aroma daun teh yang dikeringkan langsung tercium, aromanya sangat kuat. “Gimana? Udah kecium aroma daun tehnya?” Kata Pak Keke sambil menunjukan pintu masuk pabrik. Ruangan pertama adalah proses pengeringan daun teh, proses ini memakan waktu lama, sampai daun teh kering dan siap panen. Ruangan ini luas sekali, mesin mesin pengering pun sangat banyak, terdapat juga mesin seperti monorail untuk mengangkut daun teh yang akan diolah.

Pabrik Teh PTPN 8 Subang
Mesin pengolah.

Ruangan berikutnya adalah proses pemotongan dan pengeringan tahap dua. Di ruangan ini, suhu ruangan cukup panas, karena mesin pengolahnya besar dan cukup banyak. Proses ini adalah tahap yang cukup penting dalam pembuatan teh di PTPN 8. Hampir semua ruangan kami kelilingi dan amati, aroma daun teh seakan menemani sampai selesai berkunjung.

Pabrik Teh PTPN 8 Subang
Ruang pengemasan dan penyimpanan teh jadi.

Saya terkesan dengan ruang paling akhir, yaitu ruang pengemasan. Di pabrik ini, teh yang dihasilkan adalah teh terbaik, pasar yang dijangkau pun ada di Inggris, Belanda, Jerman, Jepang, dan Negara maju lainnya. “Disini memang produksinya kebanyakan untuk ekspor, kalaupun untuk pasar dalam negeri, kualitasnya yang menengah dan bawah.” Kata Pak Keke. Lalu, beliau menambahkan, “Kalau kita orang Indonesia, susah mengonsumsi teh yang kualitas atas, masyarakat kita terbiasa beli teh yang murah meriah. Bahkan, ampas dari pabrik ini pun dikonsumsi.”

Jika tidak sedang libur, biasanya pengunjung dapat satu gelas teh di akhir kunjungannya. Pengunjung juga bisa membeli teh dengan berbagai kualitas di PTPN 8. Olahan teh bisa dijadikan oleh oleh atau dikonsumsi sendiri, mantep deh.

Untuk agrowisata di PTPN 8, pengunjung hanya membayar 20.000 rupiah saja per orang. Bisa membawa rombongan, keluarga, dan teman teman untuk berwisata dan mendapat “ilmu teh” dengan cuma cuma. Gimana? Tertarik agrowisata di Pabrik teh PTPN 8?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.