80 Tahun Soto Triwindu Tetap Mempertahankan Keaslian Resep Asli

0
216
Suasana Soto Triwindu.

Saat berkunjung ke suatu tempat, sudah pasti menikmati tempat wisata dan makanan menjadi kegiatan wajib yang dilakukan para tukang main alias traveler. Tidak terkecuali aku. Sayangnya, pada kunjungan terakhir aku ke kota Solo, aku tak memiliki waktu untuk berwisata. Aku hanya singgah untuk bermalam, tak lebih dari 12 jam. Maka, yang bisa aku lakukan adalah menikmati kuliner.

Karenanya begitu aku terbangun pagi itu, hal yang kulakukan adalah browsing tempat sarapan yang direkomendasikan saat berkunjung ke kota Solo. Ada beberapa yang ditawarkan oleh mesin pencari, tapi akhirnya pilihanku jatuh pada Soto Triwindu. Selain karena aku penasaran dengan soto yang sudah ada sejak 1939 itu, aku juga berpikir ini menjadi kesempatan untuk aku bisa  mengintip pasar Triwindu yang terkenal dengan barang-barang vintage-nya. Sekali dayung, dua tiga pulau terlewati bukan?

Semangkuk soto dan segelas jeruk hangat untuk memulai hari.
Soto Triwindu, Soto Favorit Banyak Orang di Kota Solo

Alasan lain kenapa aku ingin sekali mencicipi Soto Triwindu adalah karena ada sederet tokoh penting yang sudah pernah mencicipi soto ini dan ketagihan. Salah satunya adalah Presiden Jokowi. Menurut cerita yang beredar, ini adalah salah satu kuliner favorit Beliau dan keluarga saat mudik ke Solo. Selain Presiden Jokowi, Almarhun Gus Dur, Wiranto, Harmoko juga sudah pernah menikmati soto ini. Hmmm, kan aku jadi penasaran, seperti apa sih rasa dari soto ini.

Nama Soto Triwindu dikenal karena area tempat berjualannya yang berada tak jauh dari Pasar Triwindu. Terletak di jalan Teuku Umar no 42, Keprabon, ini merupakan lokasi yang baru setelah Pasar Triwindu direvitalisasi. Tak begitu sulit untuk menemukan lokasinya, aku cukup bertanya sekali pada tukang parkir di dekat pasar, dan mendapat arahan yang jelas. Padahal di lokasi sebelumnya untuk menemukan warung soto ini harus menyusuri gang sempit diantara kios-kios di Pasar Triwindu. Agak sulit dan tak jarang becek. Wah, berarti aku beruntung, datang saat sudah berada di lokasi yang mudah ditemukan.

Saat masuk ke dalam area warung makan aku dibuat takjub pada bentuk meja yang ada. Meja makan dengan etalase yang menyajikan berbagai macam lauk, seperti perkedel, tahu goreng, tempe goreng, kikil, babat, dan lain sebagainya. Ok, rasanya aku ingin norak. Ini adalah pertama kalinya aku melihat meja etalase di warung makan seperti ini. Eh, mungkin warteg juga ada etalasenya, tapi berbeda dengan yang disajikan di sini. Katanya, penataan seperti ini memang sudah sejak lama, bukan tak mungkin sejak 1939 saat Hj. Yoso Sumarto mulai membangun usaha warung makan ini pertama kali.

Kuah soto yang berdaging menjadi salah satu alasan kenapa Soto Triwindu begitu populer.
80 Tahun Soto Triwindu Tetap Mempertahankan Keaslian Resep Asli

Rupanya yang menjadi ciri khas Soto Triwindu adalah kuahnya. Kuah soto di sini berwarna kecoklatan, dan memiliki cita rasa daging sapi yang khas. Saat aku mencicipi kuahnya, memang terasa lezat dan legit.

Cara memasak kuah soto menjadi kunci rahasia kelezatan Soto Triwindu. Kuah soto dibuat dengan cara merebus daging secara langsung. Meskipun daging telah matang, tapi daging yang digunakan sebagai salah satu isian soto tetap akan direbus bersama dengan kuah. Inilah yang akan membuat aroma mengental. Cara ini sudah dilakukan secara turun temurun. Sejak Soto Triwindu masih dijual dengan cara dipikul. Sekarang ini Soto Triwindu sudah dijalankan oleh generasi ketiga, yaitu Ibu Murwani dan keenam saudaranya yang merupakan cucu dari Hj. Yoso Sumarto.

Baca juga:

5 JENIS SAMBAL YANG IKONIK DARI BERBAGAI DAERAH DI INDONESIA

Semangkuk soto dijual seharga Rp 16.000. Menurut aku harga yang sangat wajar mengingat porsinya yang sangat mengenyangkan untuk aku melanjutkan ke perjalanan berikutnya.

Bagaimana? Sudah sarapan apa pagi ini? Kalau sedang di Solo, jangan lupa untuk mampir Soto Triwindu, ya. Karena warung soto ini hanya ada satu-satunya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.