5 Tips Untuk Mengunjungi Kampung Suku Baduy

0
220
Perkampungan Baduy Luar
Perkampungan Baduy Luar

Suku Baduy adalah suku asli yang berada di Provinsi Banten. Suku ini mendiami perkampungan di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak. Karena, adat istiadat dan cara hidupnya, makanya banyak orang yang tertarik untuk datang dan melihat langsung bagaimana mereka menjalani kehidupannya sehari-hari.

Bagi Travelovers yang ingin melihat indahnya alam dan asrinya perkampungan Suku Baduy, serta melihat langsung bagaimana aktivitas di perkampungan Suku Baduy, berikut tips yang harus kamu persiapkan ketika akan datang ke kampung Suku Baduy.

1. Kampung Baduy Dalam atau Luar

Ada dua perkampungan yang sering dikunjungi oleh wisatawan, yaitu Kampung Baduy Dalam dan Baduy Luar. Salah satu yang termasuk ke dalam perkampungan Baduy Dalam adalah Kampung Cibeo, sedangkan untuk kampung Baduy Luar adalah Kampung Marenggo.

Kampung Marenggo ini menjadi kampung wisata yang sering menerima wisatawan untuk bermalam. Kampung ini didiami oleh Suku Baduy Dalam. Jaraknya Sekitar 3 kilometer dari Terminal Ciboleger. Travelovers harus mencapai kampung ini dengan cara hiking.

Jalur Hiking Menuju Kampung Baduy
Jalur Hiking Menuju Kampung Baduy

Untuk wisata keluarga dan bagi kamu yang belum terbiasa untuk hiking jauh, kampung ini sangat cocok untuk kamu datangi. Banyak wisatawan yang akhirnya menginap untuk mengetahui bagaimana Suku Baduy Dalam ini menjalani kehidupannya sehari-hari.

Tapi, untuk kamu yang hobi berpetualang, kamu bisa hiking lebih jauh lagi ke Kampung Cibeo. Kampung ini lebih alami dan tidak banyak tersentuh dunia luar. Ada banyak hal menarik yang bisa kamu dapatkan nantinya, salah satunya adalah jembatan yang terbuat dari akar pohon yang terbentuk secara alami.

2. Kendaraan Pribadi atau Umum

Jalan menuju Desa Kanekes sudah cukup bagus dan arah jalannya cukup jelas. Kalau kamu menggunakan kendaraan pribadi, baik mobil ataupun motor, kamu hanya tinggal mengikuti arah jalannya saja menuju Terminal Ciboleger, dan nantinya bisa langsung menitipkan kendaraanya di sekitar sini. Jangan melalui jalur alternatif ya, Travelovers! Takutnya kamu malah bingung dan nyasar.

Untuk kamu yang memakai transportasi umum, sebenarnya ongkos untuk menuju Kampung Baduy tidak semahal yang dibayangkan. Apalagi kalau kamu seorang backpacker yang terbiasa bergonta-ganti moda transportasi. Jika patokannya adalah dari Stasiun Tanah Abang – Jakarta, untuk menuju Kabupaten Lebak kamu bisa menuju Stasiun Rangkaskbitung terlebih dahulu dengan tiket KRL sekitar 10 ribu rupiah. Dari sini, kamu bisa menggunakan Angkutan Kota (angkot) menuju Terminal Rangkasbitung atau lebih cepat lagi dengan ojek online. Kurang lebih harga ongkosnya sama dengan tiket KRL. Dari Terminal Rangkasbitung, ada mobil Elf menuju Terminal Ciboleger dengan ongkos sekitar 45 ribu rupiah.

Oh ya, enaknya lagi, sekarang di sekitar Terminal Ciboleger sudah banyak tersedia warung-warung dan ada juga mini market. Kamu tidak usah repot-repot membawa perbekalan dari rumah.

Jalan Menuju Terminal Ciboleger Desa Kanekes
Jalan Menuju Terminal Ciboleger Desa Kanekes

3. Hiking Mandiri atau Pakai Guide

Dari Terminal Ciboleger, untuk menuju Kampung Marenggo, Travelovers harus hiking sejauh 3 kilometer. Jalurnya cukup terjal, naik dan turun perbukitan dan masuk hutan. Agar kamu tidak nyasar di dalam hutan, lebih baik di-guide atau ditemani oleh orang yang sudah berpengalaman. Tidak masalah kalau kamu tidak menggunakan jasa agen perjalanan. Yang terpenting adalah kamu ditemani oleh orang yang sudah pernah ke sini.

Biasanya warga setempat, seperti mahasiswa atau perseorangan asal Lebak, sering membuka open trip untuk menuju kampung ini. Informasi open trip-nya bisa kamu temukan melalui Instagram atau Facebook. Biayanya tidak mahal, kok! Keuntungan lain jika kamu ditemani oleh guide setempat adalah saat berkomunikasi dalam Bahasa Sunda. Karena, Baduy adalah suku yang menggunakan bahasa dan dialek Sunda-Banten.

4. Larangan saat di Kampung Baduy

Awas katulah! Mungkin kalimat ini yang akan sering kamu dengar saat berada di Kampung Baduy. Katulah atau kena tulah adalah Bahasa Sunda yang artinya dalam Bahasa Indonesia adalah kualat. Suku baduy mempunyai aturan adat untuk sukunya sendiri, dan harus diikuti juga oleh wisatawan yang datang. Karena, kalau dilanggar kamu bisa katulah atau kualat. Ini yang harus diingat oleh wisatawan yang datang ke sini.

Beberapa larangan tersebut adalah jangan menggunakan pasta gigi saat menyikat gigi, tidak boleh memakai sabun, jangan memoto rumah bagian dalam Suku Baduy, jangan melewati pagar rumah Pu’un atau Ketua Adat Suku Baduy, dan larangan adat lainnya.

Tapi, dengan semua larangan ini jangan membuat kamu jadi mengurungkan niat untuk datang ke Kampung Baduy ya, Travelovers. Yang terpenting, ingat saja bahwa jika kamu bepergian dengan niat baik, kamu juga akan mendapatkan hal baik juga.

Tugu Kampung Baduy
Tugu Kampung Baduy

5. Kantong Sampah, Tisu Basah, dan Hand Sanitizer

Kebutuhan seseorang saat traveling pastinya berbeda-beda. Hanya saja, ketiga perlengkapan ini, seperti kantong sampah, tisu basah, dan hand sanitizer, mungkin akan dibutuhkan saat kamu berada di Kampung Baduy.

Di Kampung Baduy, Travelovers sangat sangat dilarang untuk membuang sampah sembarangan. Bahkan, di jalan masuk kampung ada tulisan ‘Bawa Kembali Sampah Keluar Baduy.’ Jadi, sekecil apapun sampah tidak boleh terbuang di kampung ini. Makanya, kamu lebih baik membawa kantong plastik atau kantong apapun bentuknya untuk menyimpan sampah dan membawanya kembali saat pulang atau saat kamu menemukan tempat sampah.

Ditambah lagi, karena produk-produk berbahan kimia tidak boleh digunakan saat mandi, cuci, dan kakus (MCK) di sungai, kamu lebih baik membawa tisu basah. Dan, membawa hand sanitizer agar kamu lebih nyaman saat akan mengonsumsi makanan. Jangan lupa untuk mengumpulkan sisa-sisa sampahnya di kantong sampah yang kamu bawa.

Ok, Travelovers. Itulah 5 tips ketika kamu akan berkunjung dan menginap di Kampung Suku Baduy. Dengan adat istiadat dan cara hidup Suku Baduy yang sangat menjaga alam, semoga kamu bisa terinspirasi untuk mengikuti cara hidup mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.