5 Hal Menarik Yang Ada Di Jalan Malioboro Yogyakarta

0
1884
Jalan Malioboro
Tugu Yogyakarta.

Yogyakarta menjadi salah satu destinasi wisata terkenal yang ada di Indonesia. Banyak tempat-tempat wisata yang ada di kota gudeg ini yang menjadi tempat favorit bagi para wisatawan, baik domestik ataupun mancanegara. Salah satu tempat wisata tersebut adalah Jalan Malioboro.

Jalan Malioboro ini menjadi pusat niaga yang sudah terkenal semenjak zaman pemerintahan Belanda. Di zaman sekarang, jalan ini, terdapat semakin banyak pedagang yang menjual pakaian dan kain batik, souvenir khas jogja, dan juga kulinernya. Para wisatawan akan menghabiskan waktu liburan lebih lama dengan berkeliling-keliling di sekitar jalan ini.

Pada akhir pekan, Jalan Malioboro akan selalu ramai dari pagi hingga malam hari, malah bisa dibilang akan terlihat ramai selama hampir 24 jam. Pokoknya jalan ini tidak ada matinya. Banyak wisatawan yang menghabiskan akhir pekan dengan hanya duduk-duduk di bangku trotoar sambil menikmati kuliner yang dijual di sekitar jalan ini, seperti nasi gudeg, wedang ronde, sate, bakpia, soto, dan juga yang lainnya.

Di sepanjang Jalan Malioboro juga, banyak pedagang kaki lima, toko-toko, dan juga mal-mal yang bisa didatangi untuk membeli berbagai macam barang untuk sekedar oleh-oleh, seperti baju dan celanan batik, t-shirt, tas, dan pajangan unik khas jogja. Pokoknya, akan ada banyak hal yang bisa dilakukan di jalan ini. Makanya, jalan ini selalu dipenuhi oleh wisatawan sepanjang hari dan malam.

Tapi, selain berbelanja dan berwisata, apakah kita pernah memerhatikan hal-hal lain yang ada di Jalan Malioboro ini? Pengalaman saya, ketika berjalan-jalan di sepanjang Jalan Malioboro, ada beberapa hal yang menarik yang malah menjadi perhatian saya, yaitu:

1. Musisi Jalanan

Jalan Malioboro
Musisi Jalanan di Jalan Malioboro.

Jika dilihat dari niatnya untuk menghibur, musisi jalanan ini terlihat sangat kompak. Baik dari segi pakaian ataupun dari segi cara bermain alat musik. Kehadiran mereka menjadi spot menarik untuk saya yang sedang berjalan-jalan di sekitar Jalan Malioboro. Apalagi, mereka menggunakan alat musik tradisional yang unik. Jadi, seringnya saya lebih fokus kepada alat musik yang mereka gunakan.

Walaupun kehadiran musisi jalanan terlihat mengganggu para pejalan kaki yang berlalu-lalang, termasuk saya. Tapi, akhirnya saya jadi malah merasa terhibur dengan kehadiran musisi jalanan ini. Saya kemudian duduk di sebuah bangku untuk menikmati alunan musik yang dimainkan oleh musisi jalanan ini. Banyak juga diantara pejalan kaki yang terlihat mengerubungi kelompok musisi jalanan yang mulai terlihat saat menjelang sore hari. Ada juga beberapa dari mereka yang ikut berjoget ataupun bernyanyi bersama vokalisnya. Pemandangan yang unik yang mungkin tidak dijumpai di tempat wisata lain.

2. Dekorasi Trotoar

Jalan Malioboro
Dekorasi Wayang di Tiang Trotoar.

Bangku-bangku trotoar yang ada di sepanjang Jalan Malioboro memang sangat berguna bagi para wisatawan untuk beristirahat. Ketika berada di jalan ini, saya sering duduk-duduk sambil menikmati makanan dan minuman atau hanya ngobrol-ngobrol saja. Tapi, ada hal yang membuat saya betah untuk duduk berlama-lama di jalan ini, yaitu dekorasi-dekorasi yang unik yang ada di sepanjang jalan ini.

Jalan Malioboro
Patung Silver Singa di Jalan Malioboro.

Ada dekorasi yang dapat terlihat dengan jelas, dan ada juga dekorasi yang terkadang saya juga tidak menyadarinya. Ukiran-ukiran yang ada di tiang pemandu atau pembatas trotoar mungkin menjadi salah satu contoh dekorasi yang sering terlewati. Tapi, jika dilihat dengan jelas, ukiran timbul yang ada di setiap tiang silver itu, ternyata berupa wayang kulit, beringin, delman, dan becak. Selain itu, ada lampu trotoar dengan berbagai bentuk, warna, dan ukuran yang unik yang menjadi perhatian saya juga.

Sedangkan, patung silver singa yang sangat besar menjadi salah satu patung yang menjadi spot favorit yang instagramable bagi saya. Dekorasi-dekorasi trotoar menarik dan unik inilah yang lebih membuat saya betah berlama-lama berada di sekitar Jalan Malioboro.

3. Transportasi Tradisional

Delman, Transportasi Tradisional.

Ride-Hailing Transportation atau Transportasi Berbasis Aplikasi memang sangat memudahkan mobilisasi saya selama traveling. Tapi, ternyata lebih seru jika saya menggunakan transportasi tradisional. Di Jalan Malioboro ini, saya bisa melihat dan menggunakan transportasi tradisional yang sampai sekarang masih dilestarikan, seperti delman, becak, ataupun bentor.

Jenis transportasi ini melaju dengan kecepatan yang sedang, tidak terlalu cepat. Dengan menggunakan salah satu transportasi ini, saya lebih bisa menikmati ramainya suasana di sepanjang Jalan Malioboro dan juga melihat-lihat bangunan yang berciri khas jawa.

Transportasi tradisional ini mendapat tempat di area Jalan Malioboro untuk lebih memanjakan para wisatawan yang datang ke Yogyakarta. Untuk harga, sepertinya transportasi ini tidak terlalu mahal. Masih bisa ditawar sesuai juah dekatnya jarak tempat yang akan kita tuju.

4. Lesehan dan Angkringan

Jalan Malioboro
Lesehan Nasi Gudeg di Jalan Malioboro.

Inilah yang menjadikan Yogyakarta selalu dikenang. Lesehan dan angkringan menjadi tempat yang unik dan menjadi favorit bagi saya untuk menikmati kuliner di Jogja. Kedua tempat ini merupakan ciri khas dari kota Jogja yang masih menjungjung tinggi seni dan budaya jawa.

Tempat makan dengan cara lesehan biasanya menyajikan gudeg sebagai kuliner utama kota jogja. Saya memilih makan nasi gudeg yang dicampur dengan daun pepaya mentah dan sambal krecek. Sedangkan, tempat angkringan yang saya datangi menyajikan berbagai macam minuman kopi. Supaya lebih nikmat, saya sarankan untuk memilih kopi hitam atau kopi tubruk.

5. Dekat Dengan Tempat Wisata Lain

Jalan Malioboro
Perempatan Titik Nol Km Yogyakarta.

Pepatah mengatakan, sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Pepatah ini lah yang saya rasakan ketika sedang berada di Jalan Malioboro. Jalan ini bisa saya jadikan starting point untuk mengunjungi tempat-tempat wisata lain yang lokasinya masih dekat dengan jalan ini. Dan, saya bisa menjangkau semua tempat wisatanya hanya dengan berjalan kaki.

Beberapa tempat wisata yang dekat dengan jalan ini adalah Tugu Jogja, Pasar Beringharjo,  Museum Benteng Vredeburg, Taman Pintar Yogyakarta, Titik Nol Km Yogyakarta, Alun-alun, Museum Kereta Keraton, dan yang paling utama adalah Keraton Ngayogyakarta.

Itulah, lima hal unik yang saya dapatkan ketika berada di Jalan Maliboro. Dengan mengunjungi jalan ini, ataupun malah menginap di sekitar sini, saya menjadi lebih hemat dalam ber-traveling. Memang, banyak hal yang bisa saya lihat di sepanjang jalan ini. Hanya saja, lima hal itu yang lebih menarik perhatian saya.

Apakah kamu punya hal unik lainnya?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.