3 Kuliner Khas Cirebon Yang Wajib Kamu Coba!

0
1881
Empal Gentong Haji Apud.

Cirebon adalah sebuah kota yang berbasis maritim, konon kata “Cirebon” itu sendiri berasal dari istilah maritim. Cirebon berasal dari dua kata, yaitu “cai” yang berarti air dan “rebon” yang berarti udang kecil. Istilah ini mengacu pada banyaknya rebon dan aneka hewan laut yang terdapat dengan sangat mudah di Cirebon. Selain itu, Cirebon  sudah dikenal sebagai pelabuhan besar dari zaman kerajaan Sunda, kota dagang yang berbasis maritim ini sangat tersohor di Nusantara.

Bangsa Arab, India, dan Cina telah melakukan perdagangan di Cirebon sejak zaman dahulu kala. Akulturasi budaya dan perkawinan budaya pun terjadi di Cirebon, bisa dibilang menjadikan budaya yang multikultur di Cirebon menjadi sangat kaya dan beragam. Salah satu bukti nyata dari kekayaan budaya di Cirebon adalah kulinernya! Kuliner di Cirebon memiliki banyak sekali nilai budaya dan sejarah, apa saja kuliner khas Cirebon yang ikonik? Inilah 3 kuliner khas Cirebon yang harus kamu coba ketika menjelajahi kota ini!

Nasi Jamblang: Unik dan Bersejarah
Nasi Jamblang Bu Nur.

Karena nasi adalah salah satu makanan pokok masyarakat di Nusantara, maka hampir setiap daerah punya olahan nasi yang khas dan unik. Nasi Gudeg di Yogyakarta, Nasi Uduk Betawi di Jakarta, Nasi Campur di Bali, dan Nasi Liwet di Jawa Barat. Cirebon pun punya olahan nasi yang khas, namanya Nasi Jamblang.

Nasi Jamblang mirip mirip dengan Nasi Rames dan Nasi campur, sama sama menggunakan nasi putih dan aneka jenis lauk pauk. Hanya saja, yang membedakannya, Nasi Jamblang dibungkus dengan daun jati dan lauknya banyak menggunakan hasil laut, seperti cuma, ikan, udang, dan rebon. Konon, daun jati yang digunakan untuk membungkus makanan bermula sejak dibangunnya Jalan Raya Pos dari Anyer sampai Panarukan. Sehingga, para pekerja yang bekerja secara paksa itu membawa bekal nasi dengan bungkus daun jati agar makanannya bisa awet selama berhari hari.

Salah satu tempat kuliner Nasi Jamblang yang terkenal adalah Nasi Jamblang Bu Nur. Untuk makan disini kamu harus bersabar antri ya, apalagi jika dalam waktu waktu makan.

Empal Gentong: Gurih dan Kaya
Empal Gentong Haji Apud.

Empal Gentong seakan menjadi ciri khas yang “Cirebon banget”, karena memang makanan ini berasal dan populer di Cirebon. Jika orang Solo memiliki Tongseng, maka orang Cirebon memiliki Empal Gentong. Saking autentiknya makanan ini, sampai sampai dijadikan salah satu menu olahan sebuah brand mie instan yang terkenal.

Empal Gentong sekilas mirip dengan tongseng dan gulai. Dengan memakai daging sapi dan rempah rempah, lalu disajikan dengan lontong atau nasi, rasa makanan ini begitu khas. Kebanyakan masih diolah menggunakan kayu bakar, dan dimasak di dalam gentong dari tanah liat. Rasanya sangat khas dan unik! Ada beberapa tempat kuliner Empal Gentong yang khas dan terkenal, salah satunya adalah Empal Gentong Haji Apud di Jalan Tuparev, Cirebon.

Tahu Gejrot: Populer dan Segar
Tahu Gejrot Pasar Kanoman.

Jika diukur dari segi popularitas, pasti makanan ini yang unggul diantara makanan lainnya. Karena di daerah lain pun banyak sekali yang berjualan Tahu Gejrot khas Cirebon. Biasanya penjualnya memakai panggulan atau gerobak, lalu berkeliling sambil teriak “tahu gejrott… tahu… gejrott..”

Jangan khawatir, kamu bisa dengan mudah membeli Tahu Gejrot. Hampir di setiap daerah di Cirebon ada, salah satunya ada di daerah Pasar Kanoman. Di tempat ini, Tahu Gejrot dijual secara tradisional dan autentik.

Itulah tiga kuliner khas Cirebon yang wajib kamu coba ketika traveling ke Cirebon. Yuk kulineran ke Cirebon!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.