Foto warung lontong tahu gembleg dari samping depan. pencahayaannya yang minim membuat warung ini sulit dilihat. Harap maklum, namanya juga di desa.

“Rasa tidak pernah berbohong”, jargon yang cukup terkenal dikalangan masyarakat Indonesia. Sebuah ungkapan yang menyakinkan pemirsa bahwa rasa suatu masakan tidak mungkin berdusta. Sama seperti yang saya rasakan sewaktu membeli lontong tahu telor-nya mas Iwan di Ponorogo.

Sebenarnya lontong tahu adalah makanan khas Kota Ponorogo. Tapi warung ini berbeda dari yang lain. Namanya sudah melegenda. Terkenal dengan kelezatannya yang khas. Tidak ayal, sebagai Mahasiswa perantau saya juga ingin mencobanya.

Tepatnya di Jl. Letjend Suprapto, Desa Siman-Ponorogo, Jawa Timur. Disamping kanan jalan dari arah Kota Ponorogo. Sebuah warung kecil berdiri. Didepannya terpasang banner bertuliskan “Lontong/Nasi Tahu Telor Gembleg 1 (mas Iwan)”.

Pertama kali memang agak sedikit susah menemukan lokasinya. Selain karena di desa. Letak warungnya juga minim pencahayaan. Sehingga bannernya kadang tidak terlihat dari depan. Untung saja saya melihat banyak sepeda motor berjejer didepan warungnya. Sehingga tidak sulit untuk menebak dimana lokasinya.

Sesampainya disana saya agak heran. Masalahnya penjualnya adalah seorang ibu-ibu. Bukan laki-laki. Saya pikir mas Iwan adalah suaminya. Mungkin saja orang-orang lebih mengenal suaminya ketimbang ibu itu. Tidak ambil pusing, saya kemudian memesan satu porsi lontong tahu telor. Beberapa detik kemudian keluar seorang pemuda yang membawa telur. Berbicara pada ibu itu dengan bahasa Jawa yang tidak saya pahami.

Foto mas Iwan dan bu Gembleg dari samping. Terlihat mereka sedang menyiapkan makanannya untuk pembeli. Selain itu terlihat juga beberapa pembeli yang sedang menikmati makanannya. Mereka semua puas dengan sajian lontong tahunya.

Sambil menunggu hidangan, saya mengajak penjualnya berbincang-bincang. Bertanya ngalor ngidur. Ternyata Gembleg adalah nama ibu yang saya ajak bicara. Sedangkan mas Iwan adalah putranya yang sedang memasak tahu dan telor. Mereka berdua adalah sepasang ibu-anak. Selain itu warung Gembleg ternyata sudah membuka cabang. Tepatnya di Jl. Trunojo no. 165, timur jembatan sekayu Ponorogo.

5 menit kemudian sajian lontong tahu siap dihidangkan. Tampilannya memang biasa-biasa saja. Tidak ada yang istimewa. Kecuali ada aroma semerbak yang merayu lidah dan menggedor perut.

Foto close up lontong tahu Gembleg. Cukup menggiurkan bukan??

Sajian itu berisi lontong, tahu dan telor yang sudah dipotong kecil-kecil. Diatasnya bertabur irisan bawang yang sudah digoreng, kubis, dan beberapa kacang utuh. Kemudian ada juga beberapa irisan yang mirip bawang. Ketika saya tanyakan ternyata itu adalah parutan kelapa yang sudah digoreng. Terakhir yang paling penting adalah saus kacang istimewanya yang konon katanya tidak ada duanya di Ponorogo.

Saus kacang itu merata diatas tumpukan lontong tahu. Membalutnya dengan warna kecoklatan. Menggoda selera. Tidak lupa, tahu dan telornya yang disajikan panas juga turut menguatkan aroma makanan.

Saya sedang menikmati lontong tahu Gembleg. Lumernya saus kacangnya terlihat dari jauh.

Ketika saya mulai mencobanya ternyata teksturnya lembut, kenyal dan gurih. Tekstur lembut dan kenyalnya berasal dari tahu, telor dan lontong. Sedangkan kegurihannya berasal dari irisan bawang, kubis dan kacang goreng.  Semuanya menyatu di mulut. Rasa saus kacangnya yang istimewa bercampur dengan rasa manis dari irisan kelapa goreng juga memaksimalkan kekuatan makanannya. Semuanya menyatu di mulut dalam sekali kunyah. Kelezatannya memang bukan isapan jempol. Tak ayal saya menghabiskannya dalam waktu 2 menit.

Untuk satu porsinya bu Gembleg menaruh harga 9000 rupiah. Baik lontong tahu atau nasi tahu harganya sama. Sedangkan minumannya bu Gemblek mematok harga 2000 rupiah. Minumannya sendiri hanya ada 2 macam: es teh dan es jeruk. Tapi bisa juga memesan minuman teh/jeruk hangat. Jika kalian mampir di daerah Ponorogo tidak ada salahnya mencoba lontong tahu Gemblegnya mas Iwan. Dijamin rasa lezatnya tidak kalah dengan sajian di restoran. Cukup dengan membawa 12.000 rupiah sajian lontong tahu telor siap dinikmati.

Open Hours:
Monday    5AM–9PM
Tuesday   5AM–9PM
Wednesday 5AM–9PM
Thursday  5AM–9PM
Friday    5AM–9PM
Saturday  5AM–9PM
Sunday    Closed

1 COMMENT

  1. Mantap foodbloggernya mas, sangat informatif terlebih lagi spt saya pencinta kuliner

    Deskripsinya sangat menarik disertai informasi harga yg menurut saya perlu diketahui bagi para pencinta kuliner

    Semoga kuliner Ponorogo dapat berkembang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.