Danau buatan Boon Pring Andeman

Saya tak menyangka jika rombongan jamaah pengajian dan ibu-ibu PKK selangkah lebih maju dalam hal menemukan tempat wisata baru dibandingkan saya.

Padahal, biasanya sayalah yang menjadi pemandu mereka dalam melakukan perjalanan berwisata. Ini bermula dari ibu yang memamerkan foto bersama rombongan pengajian yang beliau ikuti ke sebuah danau buatan yang tampak indah. Danau itu bewarna hijau pekat dan berpagar pepohonan bambu yang berselang-seling dengan tanaman perdu. Di dalamnya, turut pula anak-anak ceria dengan mainan bebek-bebekan yang saling beradu cepat untuk sampai ke sisi seberang danau yang lain.

Daripada terus memikirkan keinginan yang semakin membuncah, akhirnya pada suatu minggu saya nekat untuk melakukan perjalanan ke tempat wisata bernama Boon Pring Andeman. Wisata ini berada tak jauh dari pusat Kota Malang yakni di desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Masjid Tiban Turen yang dikenal dengan “Masjid Ajaib” merupakan salah satu landmark yang bisa dijadikan patokan. Dari masjid ini, kira-kira butuh waktu sekitar 25 menit untuk sampai lokasi.

Mengikuti jalan menuju daerah lereng Gunung Semeru, kita harus berhati-hati dengan kondisi jalan desa yang tak terlalu baik. Sesekali, truk pengangkut kayu pinus yang hilir-mudik membuat saya harus ekstra hati-hati terutama ketika berpapasan dengan mereka. Apalagi, jika kami berpapasan di tikungan tajam. Untunglah, beberapa pemuda desa yang berinisiatif membuka posko wisata di sepanjang jalan menuju lokasi. Daerah ini memang sedang dikembangkan menjadi kawasan wisata terpadu. Selain Masjid Tiban, beberapa hutan pinus yang dikelola masyarakat desa juga menjadi andalan daerah yang juga dikenal dengan komoditas salaknya ini.

Pintu masuk wana wisata

Selepas melewati beberapa tikungan dan tanjakan, akhirnya saya tiba di lokasi yang saya tuju. Sebuah gapura yang dibuat dari bambu menjulang megah. Seakan mengatakan kepada saya dengan ucapan selamat datang, gapura itu semakin menambah semangat saya yang kian membuncah. Sayang, ramainya pengunjung di hari libur itu membuat nyali saya sedikit ciut.

Bersantai di tepi danau
Seorang ayah yang berswafoto dengan sang putra

Namun, tekad saya sudah bulat. Berbekal tiket seharga sepuluh ribu rupiah, saya pun mulai menjelajah jengkal demi jengkal kawasan wisata ini. Saya memulainya dari sebuah danau yang cukup luas. Beberapa perahu yang terparkir di pinggir danau membuat hati saya tergelitik untuk menaikinya. Mulanya, saya sempat ingin mencoba sepeda air yang berbentuk aneka macam hewan untuk mengitari danau itu. Niat ini saya urungkan. Selain hanya seorang diri, saya ragu bisa kuat mengayuh tanpa teman di danau yang luas itu.

Mengayuh sepeda air

Pilihan pun akhirnya jatuh kepada perahu motor besar yang akan membawa saya dua kali berkeliling danau tersebut. Tiket yang harus saya tebus pun lebih murah, yakni hanya 5 ribu rupiah. Jauh lebih murah dibandingkan tiga puluh ribu rupiah untuk satu tiket sepeda air per sepeda. Saya pun hanya perlu duduk manis sambil memotret sisi danau sepanjang perjalanan.

Ternyata, perjalanan mengelilingi danau ini sangat seru. Pepohonan bambu di sisi kanan dan kiri sangat rapi memagarinya. Suasana sejuk pun terasa. Rindangnya pohon bambu yang menari membuat saya ingin sejenak memejamkan mata sambil melepas penat.

Jembatan menuju pulau buatan
Berswafoto di pulau buatan
Sejuk segar di pulau buatan

Di tengah danau itu, terdapat sebuah pulau buatan yang juga ditanami bibit-bibit tanaman seperti TOGA. Jadi, sebelum ditanam di tempat lain, bibit-bibit ini disemai dulu di pulau buatan ini. Untuk menuju pulau buatan ini, kita harus menaiki jembatan yang menghubungkan dengan salah satu sisi danau. Jembatan inipun juga bisa menjadi spot menarik untuk berswafoto. Meskipun, sebenarnya ada spot lain berupa tanjung kecil yang menjorok ke arah danau. Dari tengah danau, tampak rombongan ibu-ibu yang asyik menjepret kameranya tanpa ampun.

Berdua di danau buatan
Bermain dengan perahu bebek

Selepas puas mengelilingi danau besar tersebut, saya memilih ke tepi danau lain yang berukuran lebih kecil. Inilah danau yang menarik perhatian saya. Mainan bebek-bebekan masih terlihat berlayar dengan asyiknya dengan ditungganggi beberapa anak kecil. Mereka tampak bahagia walaupun tak mudah untuk mulai menaiki bebek karet itu. Orangtua mereka yang tampak cemas akan hal itu terus meneriaki mereka agar berhati-hati.

Pandangan saya lalu teralih dengan beberapa orang yang mulai memasukkan kaki mereka di tepi danau ini. Mereka ternyata sedang melakukan terapi ikan. Kaki-kaki mereka akan digigit ikan yang memenuhi seluruh sisi danau. Jika terapi ini berbayar di Mall terkenal Kota Malang, di sini mereka bisa melakukannya secara gratis. Terapi ikan yang dipercaya menghilangkan stres dan menghaluskan kulit ini juga menjadi spot favorit kala berkunjung ke Boon Pring.

Saya menghitung, telah puluhan fasilitas yang tersedia di Boon Pring ini. Kolam renang anak dan flying fox juga menjadi wahana favorit bagi pengunjung untuk menikmati akhir pekan. Semuanya dikemas dengan aman dan nyaman serta murah. Maka tak heran, tempat ini selalu ramai, terutama di akhir pekan dan libur sekolah.

Walau dikelola secara swadaya oleh warga desa, tapi pengelolaannya dilakukan dengan profesional. Tampak petugas dari desa, BPBD, dan kepolisian cukup banyak tersebar di beberapa titik lokasi, terutama di tepi danau yang rawan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, konsep ekowisata yang diusung membuat peraturan tegas mengenai kebersihan sangat dijaga. Tak tampak banyak sampah berserakan meski di dalamnya berjajar puluhan pedagang yang menjajakan dagangannya.

Akhirnya, perjalanan singkat ke salah satu tempat wisata baru ini harus saya akhiri kala matahari merangkak ke arah barat. Sambil megunyah sempol, jajanan khas Kota Malang, saya bersyukur bahwa Malang tak habis-habisnya menyuguhkan wisata yang menarik. Yang dekat, murah, dan nyaman. Dan, Boon Pring Andeman adalah salah satu wisata yang bisa saya rekomendasikan jika berkunjung ke Malang.

Jam Buka 
Monday	  8AM–5PM
Tuesday	  8AM–5PM
Wednesday 8AM–5PM
Thursday  8AM–5PM
Friday	  8AM–5PM
Saturday  8AM–5PM
Sunday	  8AM–5PM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.