Labengki merupakan sebuah pulau yang eksotis, di sekelilingnya bertebaran gugusan pulau-pulau karst yang membuatnya nampak menyerupai Raja Ampat. Selain itu ketika menuju ke sana pun apabila sedang beruntung, kita akan menjumpai kawanan lumba-lumba yang seolah mengiringi perjalanan kita.

Dermaga Pulau Labengki Kecil.
Dermaga Pulau Labengki Kecil.

Pulau ini di Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Tepatnya berada di sebelah Utara Kota Kendari. Penduduknya mayoritas adalah warga Suku Bajo yang tinggal di salah satu pulau kecil di perairan Labengki. Pulau Labengki bisa diakses dari 3 titik, yaitu Kendari, Desa Sawa, atau Lasolo. Pulau Labengki belum dikelola sebagai sebuah tujuan wisata, sehingga jika ingin ke sana butuh persiapan khusus.

Waktu yang tepat untuk berkunjung ke Labengki adalah Bulan Mei-September. Hindari berkunjung di awal Bulan Agustus dikarenakan gelombang cukup besar. Bawa perbekalan yang cukup apabila berkunjung ke Pulau Labengki dikarenakan minimnya fasilitas seperti tidak adanya warung makan. Ketersediaan listrik di pulau ini mulai dari jam 18.00 sampai jam 24.00 saja. Jadi persiapkan semua peralatan elektronik yang dibawa terutama kamera agar bisa tetap digunakan untuk mengabadikan kenangan selama berada di pulau ini.

Freediving di salah satu titik penyelaman Labengki.
Freediving di salah satu titik penyelaman Labengki.
Pemandangan taman laut Pulau Labengki.
Pemandangan taman laut Pulau Labengki.

Di pulau juga ini terdapat banyak titik penyelaman, bahkan lokasinya menjadi salah satu lokasi favorit bagi para penyelam. Selain menyelam, para pengunjung juga bisa bersnorkeling. Bahkan di pulau yang diklaim sebagai miniatur Raja Ampat ini, juga ada landscape yang sangat populer, landscape itu bernama Teluk Cinta. Sayangnya, waktu kami berkunjung ke sana, hujan turun sangat deras sehingga tidak memungkinkan untuk trekking melihat Teluk Cinta dari ketinggian.

Labengki juga merupakan pusat penelitian kelautan, konservasi, dan rehabilitasi berbagai spesies kima atau kerang raksasa (Tridacna) yang merupakan salah satu kima terbesar di dunia. Kima yang merupakan binatang langka tersebut biasa hidup di kedalaman sekitar 20 meter di Pulau Labengki. Jarak dari Kota Kendari, ibu kota provinsi sekitar 70 km. Pulau ini terdiri dari beberapa gugusan pulau karang besar serta pulau karang kecil sehingga pulau ini dibagi menjadi Pulau Labengki Besar dan Pulau Labengki Kecil.

Perkampungan Suku Bajo di Pulau Labengki Kecil.
Perkampungan Suku Bajo di Pulau Labengki Kecil.

Di sekitar pantai Pulau Labengki Kecil terdapat rumah khas Suku Bajo. Rumah-rumah itu terbuat dari papan dan daun kelapa yang disusun rapi. Sebagian dari rumah tersebut berada di atas air laut, sebagian lagi berada di daratan pinggir pantai. Penduduk pulau ini memanfaatkan air hujan untuk mandi. Dan apabila hujan tidak turun, maka mereka mandi menggunakan air laut. Tetapi selain itu, penduduk juga memanfaatkan sumber air tawar yang ada di Pantai Pasir Panjang. Air tawar tersebut diambil dengan cara manual, tidak menggunakan selang yang dialirkan ke rumah-rumah penduduk.

Pantai Pasir Panjang.
Pantai Pasir Panjang.

Pantai Pasir Panjang adalah merupakan salah satu destinasi menarik yang ada di Pulau Labengki. Pantai Pasir Panjang memiliki pemandangan yang sangat indah. Jajaran pohon kelapa yang tumbuh di sepanjang pantai sungguh menawan. Di samping itu, pasirnya yang putih dan lembut semakin menambah eloknya. Perpaduan antara warna hijau pepohonan kelapa dan putihnya pasir sungguh memikat mata pengunjung meskipun masih berada di jarak yang cukup jauh.

Selain keindahan pantainya, pemandangan bawah airnya pun sangat memukau. Perairan Pasir Panjang memiliki keindahan yang luar biasa. Berbagai biota laut hidup di sana dan masih terjaga kealamiannya. Koral meja pun menghiasi taman lautnya, terhampar lebar menjadi arena bermain ikan-ikan kecil dan bintang laut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.