curug kondang bogor
Curug Kondang Bogor.

Pagi sebelum persiapan pergi ke Bogor, sekitar jam 5 pagi aku bangun tidur, sholat shubuh dan langsung prepare untuk pergi ke Bogor, Rabu jam set 7 pagi aku dan teman ku berangkat menuju terminal Bekasi. Seharusnya perginya jam set 6 dari rumah, tapi karena seperti halnya jamnya orang Indonesia janjinya jam set 6 berangkatnya jam set 7 hmm… tapi gak bisa juga nyalahin orang Indonesia hehe karena gak semua orang Indonesia selalu telat yaa hehe (sorry yaa..)

Well, aku dan teman karibku Mpit namanya, kita berangkat dari rumah (Regency 2) naik angkot 36 ke terminal Bekasi dengan biaya 7000, sebelumnya aku beli sarapan dulu sekalian mecahin (ngrecehin) duit buat naik angkot dll… beli sarapan cuma abis 6000 karena aku cuma beli risol, buras (semacam lontong kecil yang ada isinya) dan telur asin. Setelah itu, sampe di terminal Bekasi naik bis jurusan Bogor (turun di termial Baranangsiang) dengan tarif 16000, setelah itu naik angkot 03 ke terminal Laladon dengan tarif ongkos sebesar 5000. Nah…. dari terminal Laladon naik ke jurusan Cibatok / Cibungbulang bayarnya 8000, setelah turun dipertigaan Cibatok, nyari angkot lagi ke jurusan akhir Gunung Picung, kemarin sih ongkosnya 25000 (sudah termasuk bayar masuk gerbang 10000, jadi bayar angkotnya 15000).

Jalan kaki dari tempat pembelian tiket ke Curug Kondang.

Aku dan Mpit turun di gerbang jalan menuju curug dan tepatnya turun di mushola untuk melaksanakan sholat dzuhur karena gak kerasa ternyata udah jam 1 siang, wow lumayan panjang juga perjalanan naik kendaraan umum tadi, kebetulan hujan juga di kota hujan ini, jadi udara sejuknya sudah terasa dari sebelum pemberhentian terakhir Gunung Picung itu. Setelah selesai sholat dzuhur, aku ngerasa laper banget, untungnya aku masih bawa telur asin yang tadi pagi sarapan aku beli belum ku makan.

Alhamdulillah…akhirnya bisa ganjel perut yang laper ini, karena setelah ini aku bakal melalui  perjalanan sekitar 1 jam dari pintu gerbang ke Curug Kondang, yep! aku dan Mpit akan jalan kaki dan kita harus menempuh jalan yang berkilo-kilo meter dari gerbang ke Curug Kondang tersebut. Disitulah perjuangan ku di mulai (eaaaa). Mpit yang emang belum terbiasa jalan jauh dan rute jalannya pun naik turun dan juga berkelok kelok, dikit dikit “ah…capekk,ngapp…” tapi aku selaku teman karibnya, akupun menyemangatinya “semangat Mpiit tinggal berapa meter lagi kok, tinggal beberapa menit lagi kok” walaupun sebenernya masih setengah jam lagi hehe… bukanya sok iye aku ceritain ini, aku juga ngerasa capek banget dalam perjalanan, tapi yaa gak salah dong ngasih semangat buat kawan aseeek…

curug kondang bogor
Curug Kondang Bogor.

Well, setelah beberapa menit dan hampir satu jam kita berjalan, finally kita sampai di Curug Kondang, tapi sebenernya kita kelewatan pas ke Curug Kondangnya. Aku dan Mpit malah pergi ke atas (nerusin perjalanan) yaa maklum juga sih… karena bantuan dari google maps dan kita pengunjung baru juga.. jadi kala itu hanya menuruti kata-kata  mbah google maps deh, tapi akhirnya setelah kita kembali dan nanya ke beberapa warga sekitar, tentang keberadaan Curug Kondang, finally sampe juga ke Curug Kondang. Untuk tiket masuk ke Curug Kondang / Curug Ngumpet ini seharga 10000 per orang, dari tempat pembelian tiket yang jaraknya 150m ke Curug Kondang, suara deras air terjun nya sudah bisa terdengar di telingaku. kata-kata “yaah…jalan lagi..”no way.! kata itu sudah gak ada lagi di benak kita, karena derasnya air terjun dan jernihnya air yang kita lihat akan segera terbayarkan oleh keindahan air jernihnya. Setelah berjalan 150m dari pintu masuk, waah…subahanallah..

Berendam di Curug Kondang Bogor.
Berendam di Curug Kondang Bogor.
Batu Curug Kondang Bogor.
Batu Curug Kondang Bogor.

it’s wonderful…really really wonderful. Aku berkata ke Mpit “Mpit…keringat kita selama perjalanan yang kita tempuh tadi sudah terbayarkan Mpit”, aku langsung turun menaruh tas dan langsung nyebur ke air dan menikmati keindahan dan kesegaran airnya,setelah sekian lama menanti liburan dari padatnya Kota Bekasi juga sudah terbayar dengan melihat kuasa alam semesta yang di ciptakan oleh sang Maha indah, menikmati setiap sudut keindahan curug ini mulai dari jam setengah 3 siang sampai jam setengah 4 sore, karena aku suka berenang, kesempatan itu aku gunakan dengan sebaik-baiknya, pepatah mengatakan “kesempatan gak datang dua kali lho”. Airnya yang sangat segar, jernih dan juga sangat dingin, sampe aku menggigil ketika aku keluar dan diam dari air curug itu, anehnya ketika berenang, aku gak merasa begitu dingin tapi ketika diam dan berhenti berenang aku malah merasa digin banget dan menggigil, but that’s fine for me cause it’s fun and i like it yuhuu😃. Karena keindahannya aku jadi punya planning untuk pergi ke wisata alam indah lainya, karena masih banyak tempat indah di Indonesia yang belum aku kunjungi (tapi nabung dulu yaa heehe)

Well, setelah selesai berenang dan menikmati keindahannya, kami langsung pesen teh manis panas plus indomie rebus soto plus telur. Mpit juga pesen dengan menu yang sama, dia pilih mie ayam bawang satu porsi dan segelas teh panas. Semuanya 15000 jadi untuk dua orang 30000. Oke ,sebelum menunya siap kami tinggalkan untuk mengganti pakaian karena udah gak tahan dengan dinginnya, setelah selesai mandi dan ganti baju langsung deh nyantap menu sederhana yang sangat nikmat itu. Setelah selesai makan, aku pergi ke mushola yang jaraknya hanya berdampingan dari warung makan yang kita pesan, untuk melaksanakan sholat asyar, karena Mpit lagi gak sholat jadi aku sendiri yang ke mushola. Setelah selesai sholat, kita ngechek ada barang yang tertinggal atau tidak, untuk memulai perjalanan yang awal yang jaraknya cukup jauh itu.

Singkat cerita, hanya setengah jam perjalanan, kita sudah sampai di gerbang awal masuk, di situ kita mulai cari kedaraan umum, alhamdulillahnya dapet angkot yang jurusan langsung ke terminal Baranangsiang dengan tarif 25000 per orang.
Setelah itu, naik bis yang tak sama dengan bis awal keberangkatan, bis ini lebih kecil namun harganya lebih mahal dibanding bis keberangkatan, bis kecil ini mengenakan tarif 20000 itu pun di tawar tadinya minta 30000 per orang hmmm “oh no way!” setelah sampai di terminal Bekasi dengan perjalanan yang di tempuh dari jam 5 sore sampe jam 10 malam, dari terminal Bekasi, naik elf ke jurusan Cibitung dan turun di Pasar Induk dengan tarif 7500.

Well, pelajaran yang bisa kita ambil dari travelling kali ini adalah:
1) Don’t complain for ourselves berarti kita harus sabar😊
2) Don’t give up! jangan menyerah dengan perjalanan dan kejutan baru yang kita tempuh karena setiap perjalanan memiliki kejutan-kejutan yang membuat kita merasa berharga.
3) Be thankful atau bersyukur atas nikmat Allah
4) Jangan lupa berdo’a disetiap keadaan, utamakan Allah maka everything will be fine😊😊.

Thanks for reading and don’t forget to comment 🙂

Jam Buka:
Setiap Hari 09.00 - 17.00 Wib

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.