Dermaga kayu Pulau Panjang.jpeg

Tidak ada yang menolak ketika diberikan hadiah berlibur ke Karimun Jawa. Iya, pulau yang pesonanya terkabarkan hingga ke seluruh pelosok negeri hingga ke mancanegara. Rencana dari tahun kemarin yang liburannya pengen naik perahu dulu, harus terpending karena perbedaan jadwal personil. Akhirnya kita memutuskan untuk tetap liburan. Masih di sekitar Kota Ukir. Dan pastinya naik perahu. Entah kenapa suka naik perahu, serasa lebih menikmati perairan di Indoneisa seperti nenek moyang jaman dulu. Akhirnya seluruh personil mengiyakan mutiara Jepara yang satu ini, Pulau Panjang.

Dermaga penyebrangan ke Pulau Panjang.
Dermaga penyebrangan ke Pulau Panjang.
Perahu sederhana yang mengantar kami ke pulau panjang
Perahu sederhana yang mengantar kami ke pulau panjang.

Berangkat dari Kota Semarang, pertama kali tempat yang harus kami tuju adalah Klein Scheveningen. Begitu Ibu Kartini menyebutnya, beliau kecilnya biasa berjalan – jalan disini lho bersama beberapa saudarinya. Nama kerennya ya Pantai Bandengan. Di pantai itu ada armada perahu mesin yang digunakan untuk menyebrang ke Pulau Panjang. Pilihan lain ada juga lewat Pantai Kartini. Dengan luas kurang lebih 19 hektar, pulau ini berjarak 2,5 km dari pantai kartini. Menurut salah satu personil perjalanan akan lebih indah kalau dari Klein Scheveningen. Kami membutuhkan 2 jam untuk sampai disini. Untuk jasa penyebrangan dibatasi oleh waktu, sampai jam 5 sore.

Anda memasuki kawasan Pulau Panjang
Anda memasuki kawasan Pulau Panjang.

Kurang lebih 10 – 15 menit berada di atas perahu mesin sederhana. Gapura selamat datang berwarna biru dan putih menyambut kami. Bebrapa gazebo juga berjajar rapi di depan tulisan Taman Pulau Kecil Pulau Panjang Terletak di sebelah utara Jepara, menjadikan Pulau Panjang adalah pantai yang bersahabat untuk semua kalangan. Tenang arusnya, dangkal airnya, butiran halus pasir putihnya dan detik – detik matahari kembali ke peraduannya. Benar – benar sempurna pesona mutiara yang satu ini. Bagi yang ingin melihat sunset, diijinkan bermalam dengan mendirikan tenda. Karena belum ada hotel maupun penginapan kecil di Pulau ini, sehingga kami berencana untuk camping. Menyatu bersama alam. Untuk itu tas sudah dipenuhi tenda, bekal makanan minuman secukupnya, dan tak lupa matras.

Pulau Panjang ini biasa menjadi salah satu destinasi wisata realigi juga bagi beberapa peziarah sekitar Jepara, luar kota maupun luar pulau. Karena terdapat makam pada bagian tengah Pulau Panjang. Makam tersebut milik seorang Syeikh. Abu Bakar bin Yahya Ba’alawi namanya, beliaulah yang menyebarkan agama Islam di bumi Kartini ini. Di area makam telah didirikan masjid, pendopo dan ada kamar mandinya juga sebagai fasilitas bagi para peziarah agar lebih khusyuk memanjatkan doa bagi almarhum. Ada penjaga makamnya juga. Syeikh Abu Bakar bin Yahya Ba’alawi adalah orang pertama yang menemukan Pulau Panjang. Maka tak heran jika tempat peristirahatan beliau berada di pulau ini.

Pasir putih halus di Pulau Panjang.
Pasir putih halus di Pulau Panjang.

Disetiap perjalanan pasti ada cerita dan kenangan, yang bahkan mengingatnya saja membuat kita terasa teduh. Seperti suguhan karunia Tuhan lewat Pulau Panjang ini. Beberapa burung yang berterbangan, berkicau di balik ranting dan dedaunan pohon. Pepohonan khas tropis yang lebat dan rindang menambah kesejukan di pulau ini. Siang hari pun terasa teduh. Ada banyak jenis pohon tumbuh subur yang menyelimuti pulau ini, tapi yang paling mendominasi adalah pohon randu, asem jawa dan pohon pinus. Area ini sangat cocok untuk berkeliling pulau atau jelajah malam hari, hening dan sepinya hutan membuat adrenalin terpacu. Medannya tidak begitu sulit, aman untuk pemula dan perempuan juga.

Dermaga kayu Pulau Panjang
Dermaga kayu Pulau Panjang.

Yang paling sering menjadi latar belakang mengabadikan moment, “dermaga kayu”. Kami juga mengambil spot ini. Walaupun tidak ada penghuninya, pulau ini tetap terkelola dengan cukup baik, ada paving block untuk memudahkan berpijak. Ada bebatuan tertata rapi yang mencegah abrasi pantai. Pesona bawah lautnya juga tak kalah apik, terumbu karang dan ikan warna warni berenang seolah merayu untuk snorkeling. Perlengkapan berenang untuk diving dan snorkeling bisa membawa sendiri sebelumnya.

Liburan paket lengkap, paginya membuka tenda saat sang fajar mulai memanjat langit Jepara. Kami berkemas dan bersiap untuk pulang. Tak lupa kembali memeriksa sampah. Agar anak cucu nanti tetap bisa menikmati keindahan Pulau Panjang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.