Berkunjung ke Kota Malang rasanya tak lengkap jika tanpa mencicipi kuliner khasnya, Bakso

Sejuta bakso yang ada di Malang memang menawarkan sensasi yang berbeda-beda. Kekhasan rasanya akan selalu menancap di lidah para penikmatnya. Sebagai orang Malang asli, saya cukup selektif dalam memilih bakso yang akan saya beli. Standar tinggi pun saya patok.

Bumbu bakso yang pas tanpa banyak penyedap rasa menjadi faktor utama pemilihan saya. Di samping itu, rasa kaldu sapi yang terasa juga faktor penting. Kaldu memainkan peranan penting dari rasa bakso yang akan disantap. Bakso juga harus memiliki rasa yang masih sama jika dibawa pulang. Dan, yang paling penting adalah isi bakso tidak enek saat dimakan. Jadi, kita masih kuat dan ketagihan untuk melahap bakso hingga suapan terakhir.

Pembeli yang banyak terutama di jam makan siang

Diantara sekian banyak bakso di Kota Malang, salah satu yang menjadi favorit saya adalah Bakso Kecambah. Bakso ini merupakan bakso gerobak yang dijajakan di salah satu pos kamling di Jalan Salatiga. Letaknya dekat dengan gerbang kampus Universitas Negeri Malang (UM) Jalan Semarang. Atau, jika ingin patokan lebih mudah, langsung saja ke arah Taman Kunang-Kunang (Jalan Jakarta) dan masuk di jalan kecil sebelah Wearness Eduacation Center. Bakso ini sudah terkenal di kalangan warga Kota Malang.

Duduk ngemper di pos kamling
Banyak juga yang rela duduk di taman

Berbeda dengan warung bakso terkenal di Malang pada umumnya, bakso ini memiliki keunikan tersendiri. Penjual bakso tidak menyediakan meja dan kursi bagi para pelanggannya. Jadi, mereka harus duduk ngemper di dekat pos kamling atau di taman sebelah pos tersebut.

Walau dengan fasilitas yang minim, tapi jangan salah. Penikmat bakso ini berasal dari seantero Malang. Wisatawan dari luar Malang juga kerap mencoba mencicipinya. Setiap harinya, bakso ini hanya buka mulai pukul 10 pagi hingga seluruh bakso habis terjual. Biasanya, bakso akan habis sekitar pukul 1 siang. Seringkali, banyak pembeli yang kecele lantaran tak mendapatkan satu butir pun bakso.

Lantas, apa yang membuat bakso ini begitu istimewa?

Keistimewaan bakso ini memang terletak pada cita rasa pentol bakso yang begitu menggugah selera. Rasa daging sapi yang full, tanpa banyak tambahan tepung kanji menjadi daya tariknya. Apalagi, ada beberapa varian pentol bakso yang bisa dinikmati. Varian-varian tersebut antara lain pentol kasar, pentol halus, pentol urat, dan pentol isi telur puyuh. Semua pentol itu dihargai 3000 rupiah per butir untuk ukuran kecil. Sedangkan, untuk ukuran besar, satu biji pentol dihargai 5000 rupiah.

Penampakan satu porsi bakso

Selain pentol, pembeli juga bisa mencicipi tahu gembos (tahu goreng tanpa isi) seharga 1000 rupiah. Penjual bakso juga menyediakan mie kuning dan bihun yang bisa diambil sesuka hati. Nah, yang menjadi khas dari bakso ini adalah sayur kecambah (taoge) sebagai pelangkapnya. Makanya, bakso ini dinamakan bakso kecambah. Tak hanya kecambah, sayur selada juga menjadi tambahan yang wajib untuk dinikmati.

Satu lagi yang membuat bakso ini istimewa adalah perasan jeruk nipis. Penjual menyediakan buah jeruk nipis yang juga bisa diambil pembeli sesuka hati. Perasan jeruk nipis ini akan membuat rasa bakso sedikit masam, namun menjadikanya segar. Apalagi, kuah bakso yang pas semakin membuat cita rasa bakso istimewa. Ditambah kesegaran sayuran yang menjadi pelengkap, mencicipi hangatnya bakso ini di tengah dinginnya Kota Malang adalah kenikmatan tiada tara.

Tambahan jeruk nipis yang menggoda
Pentol isi telur puyuh

Konsep penjualan bakso ini semuanya bersifat self service. Jadi, pembeli bisa mengambil sendiri menu yang dipilih. Langkah pertama adalah meminta mangkuk bakso beserta tatakannnya agar tidak kepanasan ketika membawa bakso. Setelah mendapatkan mangkuk barulah memilih menu yang disukai. Lalu, pembeli memberikan mangkuknya kepada salah satu penjual yang stand by di depan kuah bakso.

Ia akan menghitung berapa harga bakso yang harus dibayarkan. Pilih tempat strategis untuk menyantap bakso cambah. Barulah, selesai menikmati bakso cambah kita membayar kepada salah satu penjual lain yang sudah siap dengan uang kembalian. Kita pun bisa membungkus bakso ini dan tinggal mengambil sendiri plastik tempat bakso dan memilih jenis bakso yang diinginkan.

Pembeli melayani sendiri

Jika ingin mencicipi bakso ini, sebaiknya datang pada awal pembukaannya, yakni sekitar pukul 10 hingga 11 siang. Selepas jam itu, bakso ini akan diserbu para pembeli dari berbagai penjuru kota terutama ketika jam makan siang. Waktu tutup bakso yang tidak menentu juga harus diperhatikan. Penjual tak segan menutup dagangannya jika tak ada lagi pentol bakso yang dijual. Meski, masih ada banyak pembeli yang datang.

Untuk menambah kenyamanan menyantap bakso, pembeli bisa membawa kertas koran atau tikar sendiri. Membawa minum dari rumah juga penting dilakukan meski ada penjual es degan yang menjajakan dagangannya. Namun, banyak pembeli yang lebih memillih membawa minuman sendiri karena penjual bakso tidak menjual satu menu minuman pun. Tak perlu khawatir masalah  parkir. Tukang parkir siap sedia menjaga kendaraan pembeli kala mereka menyantap baksonya dengan lahap. Jadi, tunggu apa lagi. Ayo ke Malang dan mencoba bakso cambah yang menggoda.

Jam Buka
Senin-Minggu 10.00 Wib

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.