Gunung Prau merupakan salah satu gunung yang saat ini ramai dikunjungi oleh para pendaki karena keindahan pemandangan di puncaknya. Terletak di Dataran Tinggi Dieng, gunung yang memiliki ketinggian  sekitar 2.565 mdpl ini sangat cocok bagi pendaki pemula karena memiliki jalur pendakian dan waktu tempuh yang terbilang pendek, yaitu sekitar 2,5 – 3 jam saja jika melalui jalur pendakian Patak Banteng.

Selain jalur pendakian Patak Banteng, sebenarnya Gunung Prau memiliki dua jalur lain, yaitu jalur Dieng Kulon dan jalur Kendal. Namun dibandingkan dengan dua jalur itu, jalur Patak Banteng adalah jalur yang paling ramai dan mudah dijangkau. Oleh karena itu jalur inilah yang paling cocok dan saya rekomendasikan bagi pemula. Untuk mendaki melalui jalur Patak Banteng ini, sebelumnya para pendaki harus mendaftar di basecamp yang berada di balai desa Patak Banteng.

Bagi para pendaki yang menggunakan transportasi umum dapat menempuh perjalanan dengan mengatur titik poin di Terminal Mendolo Kota Wonosobo, kemudian dilanjutkan dengan menumpang mini bus jurusan Wonosobo-Dieng langsung menuju ke basecamp.   Selama perjalanan menuju basecamp para pendaki juga disuguhi pemandangan khas pegunungan yang menyegarkan, dimana di sekitar terlihat perkebunan warga setempat dengan latar belakang pegunungan.

Memasuki gerbang kawasan wisata Dieng Plateu, para pendaki akan dimintai karcis masuk jika menggunakan kendaraan pribadi. Sesampainya di basecamp para pendaki wajib mendaftarkan diri untuk dapat mendaki. Para pendaki juga dapat beristirahat sebentar di basecamp dan menanyakan seputar pendakian di basecamp tersebut. Di dinding basecamp juga tertempel peraturan dan larangan selama pendakian ke Gunung Prau. Bagi yang menginginkan pemandu lokal saya sarankan menggunakan jasa Mas Afifi.   Pengalaman saya waktu mendaki Gunung Prau dilakukan pada dini hari karena saya mengejar sunrise-nya yang juga dikenal dengan sebutan Golden Sunrise.

Terdapat tiga pos pendakian yang harus dilewati saat mendaki Gunung Prau melewati jalur Patak Banteng. Berikut adalah pos-pos pendakiannya:

Basecamp – Pos I

Untuk menuju Pos I dari starting point basecamp, kami melewati perkampungan warga sekitar dengan tangga yang lumayan panjang. Setelah melewati perkampungan selanjutnya melewati perkebunan. Kami melewati jalanan berbatu yang sedikit terjal hingga sekitar 40 menit kami telah sampai di Pos I. Pos I ini berbentuk gubuk kecil, pendaki dapat beristirahat sebentar sambil mengumpulkan tenaga untuk kemudian melanjutkan pendakian lagi menuju Pos II. Di sini pendaki disuguhkan dengan pemandangan berupa perkebunan dengan penataan terasering.

Pos I – Pos II

Setelah cukup beristirahat selanjutnya kami melanjutkan pendakian menuju Pos II. Jalur yang kami lewati menuju Pos II masih berupa perkebunan dan tangga tanah yang tidak begitu terjal. Sekitar 35 menit kami memasuki hutan Gunung Prau yang didominasi dengan pohon pinus. Tidak begitu lama memasuki kawasan hutan, terlihat papan tanda yang menjelaskan bahwa kami telah sampai di Pos II. Tidak terlalu lama beristirahat, kami langsung melanjutkan pendakian menuju ke pos selanjutnya.

Pos II – Pos III

Dari Pos II menuju ke Pos III memiliki jalur pendakian yang cukup terjal dan licin dengan tanah berwarna merah dan bebatuan dimana sepanjang perjalanan hanya melewati hutan pinus. Jarak yang kami tempuh untuk menuju ke Pos III ini juga lumayan lama, yaitu sekitar 45 menit. Pos III ini masih berada di kawasan hutan pinus dan berupa lahan kecil.

Pos III – Puncak

Untuk menuju puncak, pendakian dari Pos III masih memiliki jalur berupa jalan setapak yang terjal dan menanjak. Walaupun terdapat tali yang disediakan untuk berpegangan, para pendaki sebaiknya berhati-hati di jalur ini. Sekitar 40 menit, para pendaki akan akan disuguhkan dengan pemandangan yang indah.  Kemudian tidak lama setelahnya sampailah kami di Bukit Teletubies. Dinamakan Bukit Teletubies karena bukit ini mempunyai bentuk yang mirip dengan bukit di serial anak Teletubies. Bukit ini dihiasi oleh indahnya bunga-bunga Daisy liar yang memang biasa tumbuh di daerah berhawa sejuk.

Bukit Teletubies Gunung Prau Dieng

Di bukit ini para pendaki juga dapat mendirikan tenda. Tidak perlu khawatir tidak kebagian tempat, karena Gunung Prau mempunyai puncak yang melebar sehingga dapat menampung banyak tenda sekaligus, bahkan puncak Gunung Prau ini disebut-sebut memiliki puncak terluas di antara puncak gunung lain di Pulau Jawa.  Selain pemandangan bunga Daisy, dari Bukit Teletubies para pendaki dapat melihat pemandangan gunung kembar Sindoro dan Sumbing. Kemudian dari sebelah barat bukit ini para pendaki dapat melihat megahnya pemandangan Gunung Slamet yang merupakan gunung terbesar kedua di Pulau Jawa. Sedangkan dari arah timur, pendaki dapat melihat indahnya Gunung Merapi yang berada di wilayah Jogjakarta.

Gunung Sindoro dan Sumbing Dieng

Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya kami disuguhi dengan pemandangan golden sunrise ala Gunung Prau yang sangat indah. Di sini kami mengambil kesempatan untuk mengabadikan momen terbitnya matahari dari balik bukit. Itulah perburuan kami untuk melihat golden sunrise di Gunung Prau. Tak terasa jam menunjukkan waktu 10 pagi, kami pun kembali menuruni gunung untuk kemudian berkeliling mengunjungi atraksi wisata lainnya yang berada di kawasan Dataran Tinggi Dieng.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.