Akhir Bulan Mei itu cuaca cerah memayungi langit Kota Malang.

Saya dan seorang rekan memutuskan untuk berlibur sejenak dari rutinitas kerja. Pilihan kami jatuh ke jajaran pantai selatan yang begitu menggoda. Merayu kami untuk menengoknya. Kala Jalan Lintas Selatan (JLS) yang memagari mereka telah rampung, godaan itu semakin kuat. Tapi sempat kami bingung akan memilih pantai mana. Ada sekitar dua puluh pantai di Malang yang sama bagusnya.

Kami akhirnya memilih Pantai Sendiki. Sebuah pantai yang masih berada di Malang Selatan untuk kami jelajahi. Berbekal beberapa roti tawar, kami pun berangkat di pagi buta. Menembus jalanan Kota Malang yang begitu dingin untuk menghindari padatnya jalan. Kendaraan yang kami tumpangi tak perlu waktu lama untuk menuju persimpangan jalan antara Kecamatan Turen dan Kecamatan Sumbermanjing Wetan.

Perjalanan menuju Pantai Sendiki

Sesuai arahan GPS, kami harus menuju Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Orang Malang menyebutnya Sumawe. Surga pantainya Malang. Ya, di kecamatan ini terhampar beberapa pantai yang menawan. Pulau Sempu yang terkenal itu juga ada di sini.

Jalanan berliku harus kami lalui. Pegunungan kapur yang membatasi wilayah Kota Malang dengan pesisir Malang Selatan harus kami taklukan. Berkendara di daerah ini harus berhati-hati. Pasalnya,  jalanan sempit dengan turunan tajam menjadi santapan para pengguna jalan. Sesekali, kami harus berpapasan truk pengangkut ikan yang akan mengantarkan hasil tangkapan para nelayan dari Pantai Sendang Biru menuju Kota Malang.

Setelah 1,5 jam berkendara dari arah kota, akhirnya kami pun tiba di persimpangan jalan antara Pantai Sendiki dan Pantai Sendang Biru. Jalanan sempit pun kini harus menjadi medan yang harus kami taklukkan. Jangan risau, panjangnya jalan yang harus ditaklukkan akan sebanding dengan bentang alam yang menyertainya.

Jalan sebelum pintu masuk
Para pengunjung yang datang dari berbagai kota

Tak lama, sekitar 20 menit kami memacu kendaraan dari persimpangan jalan tadi, desiran ombak mulai terdengar. Jejeran kendaraan wisatawan yang diparkir pun telah rapi berjajar. Kami harus mendaki sebuah bukit lagi agar benar-benar sampai di bibir pantai. Benar-benar perjalanan yang melelahkan.

Saya cukup terharu kala pemandangan di depan mata saya benar-benar membuat hati berbinar. Hamparan pasir putih kemerahan yang sangat luas digulung oleh ombak yang mendesir. Di depannya, terlukis cakrawala yang berwarna serupa dengan air laut. Ah, indahnya negeriku. Beautiful Malang.

Bumi perkemahan
Menikmati Pantai Sendiki

Saya segera berlari mendekati garis pantai. Sayang, tiba-tiba sandal yang saya kenakan terseret ombak. Saya mencoba untuk mengambilnya tapi gagal. Ombak itu mempermainkan sandal saya hingga muncul dan tenggelam. Teman saya mencoba untuk membatu saya. Usahanya pun menemui kegagalan. Ia terengah-engah kala mencoba untuk menarik sandal saya. Kejadian ini segera diketahui oleh penjaga pantai. Ia segera meniupkan peluit dan mengibarkan bendera merah. Tandanya, kami harus segera menjauh dari tempat itu.

Sayapun harus rela mengikhlaskan sandal saya terbawa arus ombak yang ganas. Satu sisi lainnya pun juga saya larung biar bersama rekannya yang lain. Bisa saja, mereka akan terdampar di pantai utara Australia. Yang jelas, keselamatan kala berada di bibir pantai ini harus benar-benar diperhatikan.

Hamparan pasir pantai yang luas
Bermain ayunan

Saya akhirnya memutuskan untuk bermain ayunan yang ditambatkan di bawah pohon kelapa. Sembari melihat rekan saya bermain bola dengan pengunjung lain, saya semakin menikmati indahnya Pantai Sendiki ini. Belum lagi, gugusan tebing karang yang seakan menyiratkan bahwa pantai ini adalah surga. Kalau ada waktu lagi, saya yakin akan kembali ke sini.

Sehari rasanya tak cukup. Pada kunjungan yang kedua nanti, saya ingin bermalam di sini. Pengelola hutan pantai selatan telah menyediakan area berkemah bagi para traveler. Aneka warung pun juga tersedia di pinggir pantai guna memenuhi hasrat pribadi kala lapar menerjang.

Dengan harga tiket masuk sebesar sepuluh ribu rupiah, pantai ini sangat direkomendasikan bagi para pengunjung yang datang ke Kota Malang. Jika masih belum puas, kita bisa menyusuri pinggir pantai yang menyimpang aneka pemandangan menarik dan petualangan yang menantang.

Jam Buka
Senin - Minggu 24 Jam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.